Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Palembang Tertinggi Laporan Scam di Sumsel, Tembus 4 Ribu Kasus

Palembang Tertinggi Laporan Scam di Sumsel, Tembus 4 Ribu Kasus
Kepala OJK Sumsel Arifin Susanto (DOK. OJK Sumsel)
Intinya Sih
  • Palembang mencatat 4.182 kasus scam dengan kerugian Rp80,5 miliar, menjadikannya wilayah tertinggi di Sumatera Selatan dalam laporan penipuan online periode November 2024–Januari 2026.
  • Total laporan scam di Sumsel mencapai 10.004 kasus dengan kerugian Rp130 miliar, menempatkan provinsi ini di peringkat kedelapan nasional menurut data IASC.
  • Modus terbanyak meliputi penipuan belanja online, keuangan, panggilan palsu, lowongan kerja fiktif, hingga investasi bodong; OJK mengimbau masyarakat lebih waspada dan segera melapor bila jadi korban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Kota Palembang menjadi wilayah tertinggi di Sumatra Selatan yang menerima laporan scam atau penipuan online. Berdasarkan data Indonesia Anti-Scam Center (IASC) sejak November 2024 hingga Januari 2026, kasus scam tembus 4 ribu kasus, terutama dari korban layanan aplikasi keuangan dan link yang beredar di Whatsapp.

"Palembang ada 4.182 kasus dengan nilai kerugian mencapai Rp80,5 miliar," ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sumatra Selatan Arifin Susanto, Kamis (5/3/2026).

1. Kabupaten OKI dan Banyuasin termasuk daerah yang tinggi kasus scam

Pusat pengaduan scam lewat layanan IASC di Kantor OJK Sumsel
Pusat pengaduan scam lewat layanan IASC di Kantor OJK Sumsel (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Sementara dari data keseluruhan Sumsel, laporan scam mencapai 10.004 kasus sepanjang periode yang sama. Dari jumlah itu, Sumsel berada di peringkat kedelapan secara nasional dan kerugian yang diterima korban menyentuh Rp130 miliar.

Selain Palembang dengan kasus tertinggi di Sumsel, Kabupaten Ogan Komering Ilir juga mendapatkan 590 laporan kasus scam dengan kerugian Rp4,8 miliar dan Kabupaten Banyuasin mengalami nilai kerugian sekitar Rp5 miliar dari kasus scam.

"Yang juga tinggi (kasus scam di Sumsel) ada di Kabupaten Muara Enim, Musi Banyuasin, Lahat, OKU dan Lubuk Linggau," kata dia.

2. Penipuan scam juga terjadi di aplikasi belanja online

Kepala OJK Sumsel Arifin Susanto
Kepala OJK Sumsel Arifin Susanto (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Kasus penipuan secara online ini, lanjut Arifin, biasanya menyasar pengusaha dan masyarakat dengan rentang usia 30 tahun ke atas, atau, kata dia, menarget warga dengan tingkat sosialisasi yang luas seperti pemimpin perusahaan dan mayoritas masyarakat menengah ke atas.

"Jenis penipuan yang paling banyak dilaporkan adalah penipuan transaksi belanja online dan yang masuk sebanyak 1.597,” jelasnya.

3. OJK hadapi tantangan pengembalian dana hilang dari kasus scam

Pusat pengaduan scam lewat layanan IASC di Kantor OJK Sumsel
Pusat pengaduan scam lewat layanan IASC di Kantor OJK Sumsel (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Lebih lanjut, kata Arifin, jenis penipuan lain yang juga banyak dilaporkan meliputi penipuan terkait keuangan lainnya sebanyak 1.435 laporan, penipuan yang mengaku sebagai pihak lain melalui telepon atau fake call sebanyak 744 laporan, penipuan penawaran kerja sebanyak 582 laporan, serta penipuan investasi sebanyak 511 laporan.

Adapun modus lainnya meliputi penipuan hadiah 464 laporan, penipuan melalui media sosial 407 laporan, phishing 396 laporan, social engineering 201 laporan, serta penyebaran aplikasi berbahaya melalui WhatsApp sebanyak 91 laporan.

Arifin mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam upaya pengembalian dana korban, terutama terkait keterlambatan pelaporan.

“Menjadi tantangan itu kalau keterlambatan pelaporan dari para korban membuat penelusuran aliran dana korban sulit dilakukan. Karena penanganan scam ini yang paling utama adalah kecepatan,” kata dia.

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada agar tidak mudah menjadi korban penipuan.

“Pertama, pastikan memverifikasi apakah yang disampaikan pelaku benar. Kedua penjahat kerap memanfaatkan waktu mendesak, jadi pastikan tidak cepat mengambil keputusan, dan ketiga, umumnya pelaku akan menyampaikan sesuatu yang janggal dan tidak masuk akal," jelas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More