Longsor di OKU Selatan Tutup Akses Jalan Vital ke Desa Tanjung Harapan

- Jalan tersebut merupakan jalur vital penghubung desa dengan wilayah lain
- Material longsoran berupa tanah dan bebatuan menimbun ruas jalan desa
- Masyarakat diminta tidak memaksakan diri beraktivitas di sekitar lokasi longsor
Ogan Komering Ulu Selatan, IDN Times - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Selatan bergerak cepat melakukan koordinasi lintas instansi guna penanganan lanjutan atas bencana di Kecamatan Sindang Danau, Kabupaten OKU Selatan, pada Senin (3/2/2026).
Pasalnya kondisi tanah longsor menutup total akses jalan satu-satunya menuju Desa Tanjung Harapan. Jalan tersebut merupakan jalur vital penghubung desa dengan wilayah lain, termasuk untuk distribusi kebutuhan pokok dan akses layanan darurat.
1. Material longsoran berupa tanah dan bebatuan menimbun ruas jalan desa

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Material longsoran berupa tanah dan bebatuan menimbun ruas jalan desa, sehingga aktivitas dan mobilitas warga terhenti.
Pemerintah Desa Tanjung Harapan bersama masyarakat setempat langsung melakukan gotong royong membersihkan material longsor. Namun upaya pembersihan manual mengalami kendala karena kondisi tanah yang masih labil serta potensi longsor susulan yang masih tinggi, terutama saat hujan kembali turun.
2. Masyarakat diminta tidak memaksakan diri beraktivitas di sekitar lokasi longsor

Bupati OKU Selatan, Abusama menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini. Ia meminta masyarakat untuk tidak memaksakan diri beraktivitas di sekitar lokasi longsor.
“Saat ini kondisi tanah masih sangat labil. Kami meminta masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari area longsor demi keselamatan bersama. Pemerintah daerah sedang berupaya maksimal agar akses jalan bisa segera dibuka,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
3. Pemkab menurunkan alat berat ke lokasi guna mempercepat pembersihan material longsor

Langkah yang tengah disiapkan adalah penurunan alat berat ke lokasi guna mempercepat pembersihan material longsor dan membuka kembali akses jalan bagi masyarakat. Bupati juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas di lapangan, serta segera melaporkan apabila ditemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau kondisi yang berpotensi membahayakan.
“Partisipasi masyarakat sangat penting. Jika ada retakan tanah, pohon miring, atau tanda-tanda longsor susulan, segera laporkan kepada aparat desa atau pihak berwenang agar bisa ditindaklanjuti secepatnya,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Abusama meminta seluruh masyarakat untuk tetap tenang, saling membantu, serta meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Pihaknya berkomitmen melakukan penanganan bencana secara cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan perhatian.
"Penanganan akan dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan tetap mengutamakan keselamatan warga dan petugas di lapangan,” ucapnya.


















