Pascaledakan LPG, Pertamina Ingatkan 4 Langkah Keselamatan

- Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan aspek keselamatan dalam penggunaan tabung gas LPG.
- Peristiwa ledakan gas LPG di Palembang menewaskan tiga orang dan enam lainnya luka-luka, membuat Pertamina mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan mengingatkan empat langkah penting keselamatan.
- Langkah keselamatan yang perlu diperhatikan masyarakat antara lain memastikan kondisi fisik tabung baik, memasang regulator dan selang dengan benar, tidak panik saat terjadi kebocoran, serta memastikan perlengkapan yang digunakan berstandar SNI.
Palembang, IDN Times - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan aspek keselamatan dalam penggunaan tabung gas LPG. Peristiwa ledakan gas LPG di Kawasan Ilir Timur II Palembang menewaskan tiga orang dan enam lainnya luka-luka, Sabtu 31 Januari 2026 lalu.
Kondisi itu membuat pertamina mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan mengingatkan empat langkah penting keselamatan yang harus diperhatikan. Mulai dari pengencekan kondisi fisik hingga memastikan menggunakan peralatan pendukung sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
"Sebagai bagian dari edukasi keselamatan, kami mengingatkan bahwa potensi kebocoran LPG dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi regulator, selang, serta tata cara penggunaan di tingkat konsumen," ungkap Area Manager Comrel & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, Selasa (3/2/2026).
1. Masyarakat diminta tidak panik saat terjadi kebocoran gas

Rusminto menjelaskan, potensi kebocoran atau insiden LPG tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi tabung, tetapi juga dapat disebabkan oleh perlengkapan pendukung serta tata cara penggunaan di tingkat konsumen. Oleh karena itu, Pertamina Patra Niaga mengingatkan empat langkah keselamatan yang perlu diperhatikan masyarakat.
"Pertama pastikan kondisi fisik tabung yang dibeli dalam keadaan baik tidak mengalami kerusakan maupun indikasi kebocoran. Kedua, memasang regulator dan selang dengan benar sesuai standar keselamatan," jelas dia.
Menurutnya, saat terjadi kebocoran, masyarakat diminta tidak panik. Melainkan segera menjauhkan LPG dari sumber api. Kondisi ini untuk meminimalisir potensi yang dapat ditimbulkan akibat dugaan kebocoran saat tercium bau gas,
"Penting juga memastikan perlengkapan yang digunakan berstandar SNI, termasuk selang dan regulator. Masyarakat juga dapat menghubungi Contact Center 135 ketiga tercium bau gas," jelas dia.
2. Pertamina sampaikan duka cita pascaledakan

Rusminto menyampaikan duka cita atas peristiwa ledakan LPG di Palembang. Ia menyebut penyaluran LPG dilakukan sesuai ketentuan kepatuhan terhadap standar operasional, dengan pengendalian mutu ketat dari pengisian hingga ke konsumen.
"Kami turut berempati atas dampak yang dialami oleh korban dan keluarga serta masyarakat sekitar," jelas dia.
3. Tunggu hasil investigasi polisi terkait penyebab ledakan

Sehubungan dengan peristiwa tersebut, Pertamina Patra Niaga menghormati dan mendukung sepenuhnya proses penanganan serta investigasi yang saat ini dilakukan oleh aparat berwenang guna memastikan penyebab kejadian secara menyeluruh dan objektif.
"Ke depan, kami akan meningkatkan upaya edukasi keselamatan penggunaan LPG bersama pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menekan risiko kejadian serupa," jelas dia.
















