Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apkarindo Sumsel Minta Pemerintah Aktif Bantu Replanting Karet Petani

Petani karet Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
Petani karet Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
Intinya sih...
  • Apkarindo Sumsel mendorong Gerakan Nasional Peremajaan Karet atau Gernas Karet sebagai solusi kebun karet rakyat yang sudah tua dan tidak produktif.
  • Gernas Karet perlu dirancang berdasarkan kebutuhan rill petani, termasuk penyediaan bibit unggul, alat berat, pendampingan teknis, dan pupuk bersubsidi.
  • Replanting harus terhubung langsung dengan program hilirisasi karet untuk menghasilkan produk bernilai tambah dan mendukung pengembangan industri karet nasional.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumsel mendorong terciptanya Gerakan Nasional Peremajaan Karet atau Gernas Karet. Langkah ini dinilai dapat menjadi solusi menyeluruh bagi kebun karet rakyat yang sudah tua dan tidak produktif.

Menurut Sekjen Apkarindo Sumsel Rudi Arpian, pada prinsipnya petani tidak menilak replanting atau peremajaan karet rakyat. Hanya saja, program peremajaan yang dilakukan harus berdasarkan kondisi yang adil, realistis, dan berpihak dengan kondisi petani di lapangan.

"Jutaan hektare (ha) kebun karet rakyat saat ini sudah tua, rentan penyakit, dan produksinya menurun. Tanpa intervensi negara, replanting justru akan menjadi beban baru bagi petani," ungkap Rudi Selasa, (3/2/2026).

1. Replanting harus dilakukan berdasar kebutuhan petani

Petani karet Sumsel tengah menyadap hasil kebunnya (IDN Times/Rangga Erfizal)
Petani karet Sumsel tengah menyadap hasil kebunnya (IDN Times/Rangga Erfizal)

Menurut Rudi, Gernas Karet perlu dirancang berdasarkan kebutuhan rill petani. Apkarindo Sumsel mengusulkan sedikitnya lima komponen utama dalam program peremajaan karet nasional harus menjadi perhatian pemerintah salah satunya soal bibit yang tepat.

"Mulai dari penyediaan bibit unggul dan tahan penyakit. Negara harus menjamin ketersediaan bibit karet bersertifikat dengan produktivitas tinggi serta tahan hama dan penyakit gugur daun," jelas dia.

Selanjutnya, pemerintah harus hadir dalam membantu petani melakukan peremajaan dengan menyediakan alat berat, Kebutuhan alat berat yang mahal akan menyulitkan petani dalam proses peremajaan sehingga dengan adanya pinjaman dari pemerintah akan membuat pembukaan lahan berjalan lebih ramah lingkungan.

"Praktik tebang, tebas dan bakar sudah dilarang. Petani patuh. Tetapi untuk melakukan pembukaan lahan secara manual membutuhkan biaya yang sangat mahal bagi petani kecil untuk itulah pemerintah harus hadir," jelas dia.

2. Harap ada pendampingan dari petugas penyuluhan

Perkebunan karet Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
Perkebunan karet Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Tak hanya itu saja, petani juga membutuhkan pendampingan penyuluh yang aktif dan berkelanjutan. Rudi menegaskan replanting karet tidak cukup hanya dilakukan melalui penanaman ulang, melainkan harus disertai pendampingan teknis secara menyeluruh.

"Replanting itu bukan sekadar tanam ulang. Harus ada pendampingan teknis yang berkelanjutan, mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga penyadapan sesuai standar anjuran," jelas dia.

Selanjutnya, penyediaan pupuk bersubsidi untuk karet rakyat. Ia menilai kebijakan pupuk subsidi selama ini masih lebih banyak menyasar komoditas pangan, sementara karet belum mendapat perhatian yang sepadan, meski memiliki peran penting bagi lingkungan dan perekonomian nasional.

"Karet bukan hanya menjaga ekologi, tetapi juga menjadi penyumbang devisa negara. Sudah saatnya karet rakyat masuk dalam prioritas pupuk subsidi," jelas dia.

3. Replanting dan hilirisasi karet harus sejalan

Perkebunan karet Sumsel (IDN Times/Istimewa)
Perkebunan karet Sumsel (IDN Times/Istimewa)

Apkarindo Sumsel menekankan replanting harus terhubung langsung dengan program hilirisasi karet. Petani dan koperasi perlu didorong serta dilatih mengolah lateks cair menjadi produk bernilai tambah, mulai dari lateks konsentrat, aspal karet, hingga berbagai produk rumah tangga dan kebutuhan industri.

"Replanting tanpa hilirisasi adalah jalan bunut. Sementara hilirisasi tanpa replanting juga ilusi. Negara harus hadir secara utuh," jelas dia.

Dengan langkah-langkah yang ada, petani karet akan mendukung Gernas Karet. Pemerintah diharap tidak meninggalkan petani karet dalam proses peremajaan hingga pengembangan industri karet nasional.

"Tidak kalah penting, petani karet juga harus harus tetap hidup selama proses replanting belum membuahkan hasil. Pemerintah perlu memfasilitasi bibit tumpangsari seperti nanas, padi, jagung, kedelai, dan tanaman pangan lokal lainnya, agar petani tidak kehilangan pendapatan," jelas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Tak Terima Anak jadi Korban Kekerasan Seksual, Orang Tua Lapor Polisi

03 Feb 2026, 18:01 WIBNews