Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kualitas Udara Palembang Mengkhawatirkan, Pemkot Hentikan CFD dan CFN
Kabut asap menyelimuti Palembang, Minggu 23 Agustus 2026. Jembatan Ampera tampak samar dari kejauhan. (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Pemkot Palembang menghentikan sementara CFN ATMO dan CFD akibat kualitas udara buruk serta kabut asap yang berisiko bagi kesehatan warga.
  • Warga diimbau membatasi aktivitas luar ruang dan memakai masker; kegiatan olahraga terbuka dinilai sulit menjamin perlindungan dari paparan asap.
  • Penutupan berlaku sejak 29–30 Agustus 2026 tanpa jadwal pembukaan kembali, sambil menunggu evaluasi kualitas udara; pemerintah meminta pengertian pelaku UMKM terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Pemerintah Kota Palembang menghentikan sementara waktu pelaksanaan Car Free Night (CFN) ATMO dan Car Free Day (CFD). Langkah ini dilakukan pemerintah untuk mencegah paparan kabut asap yang semakin tebal dan membahayakan kesehatan masyarakat.

"Kalau kualitas udara trennya belum stabil, saya minta sementara tidak dilaksanakan dulu untuk CFN maupun CFD," jelas Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, Sabtu (29/8/2026).

1. Pelaksanaan CFD dan CFN akan dievaluasi lebih lanjut

Wali Kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Rangga Erfizal)

Dewa menjelaskan, saat ini kondisi kualitas udara di Palembang masih menunjukan kualitas yang buruk. Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat untuk membatasi diri keluar rumah atau menggunakan masker dalam beraktivitas.

"Pelaksanaan CFN dan CFD nanti akan dievaluasi lebih lanjut," jelasnya.

2. Pemerintah ingatkan warga untuk gunakan masker

Kabut asap di kawasan Keramasan, akses menuju Tol Palembang-Indralaya. (IDN Times/Rangga Erfizal)

Senada, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palembang, Isnaini Madani, mengatakan aktivitas olahraga menjadi salah satu pertimbangan dalam penghentian sementara tersebut.

Menurutnya, CFN dan CFD berlangsung di ruang terbuka dan diikuti banyak warga. Di tengah kondisi kabut asap, aktivitas fisik seperti olahraga dinilai membuat pemerintah perlu mengambil langkah pencegahan.

"CFN dan CFD ditutup sementara karena kondisi kita masih kabut asap. Kita juga susah kalau mengimbau masyarakat harus pakai masker, padahal itu juga arena olahraga," ujar Isnaini.

Pemerintah sebelumnya telah mengingatkan masyarakat agar menggunakan masker ketika berada di luar ruangan. Namun, Isnaini menilai imbauan tersebut tidak cukup untuk memastikan warga terlindungi ketika berolahraga.

"Walaupun kita sudah ingatkan mereka pakai masker sekarang juga, siapa yang bisa memastikan mereka pakai masker? Jadi untuk menghindari hal-hal yang bisa berakibat tidak diinginkan, maka sementara kita tutup," katanya.

3. Harap UMKM mengerti

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Penghentian kegiatan berlaku mulai CFN ATMO pada Sabtu (29/8/2026) malam dan dilanjutkan dengan peniadaan CFD pada Minggu (30/8/2026).

Pemkot Palembang belum menetapkan kapan kedua kegiatan tersebut kembali digelar. Evaluasi akan dilakukan dengan melihat perkembangan kualitas udara pada pekan berikutnya.

"Kalau misalnya sudah membaik kondisi kabut asapnya, CFN sama CFD kita buka kembali," kata Isnaini.

Isnaini juga meminta pengertian masyarakat dan pelaku UMKM yang terdampak penghentian sementara CFN ATMO dan CFD. Ia menegaskan kebijakan tersebut hanya bersifat sementara selama kondisi udara belum memungkinkan.

"Mohon permaklumannya untuk UMKM dan juga bagi pencipta CFN ATMO. Minggu depan baru kita lihat lagi perkembangannya. Kita berdoa supaya kabut asap ini segera usai dan Tuhan menurunkan hujan sebagai rahmat bagi kita," ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article