Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Konsumsi Cabai dan Bawang Merah yang Tinggi Picu Inflasi Sumsel
Ilustrasi petani cabai. IDN Times/ Riyanto.
  • Hasil panen cabai dan bawang merah di Sumsel lebih rendah dibandingkan produksi beras, memengaruhi pertumbuhan ekonomi dan inflasi daerah.
  • Konsumsi cabai dan bawang merah di Sumsel melebihi produksi, sehingga 50% kebutuhan harus dipenuhi dari luar daerah.
  • Inflasi Sumsel pada Mei 2024 mencapai 2,48%, dipengaruhi oleh komoditas cabai dan bawang merah. Kerjasama diperlukan untuk meningkatkan produksi kedua komoditas tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Hasil panen komoditi cabai dan bawang merah yang lebih rendah ketimbang produksi beras di Sumatra Selatan (Sumsel), memengaruhi pertumbuhan ekonomi dan turut berdampak pada inflasi atau kenaikan harga barang.

"Konsumsi bawang merah dan cabai merah di Sumsel lebih besar dibandingkan dengan produksi yang dihasilkan," ujar Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono, Rabu (17/7/2024).

1. Pasokan cabai dan bawang merah memerlukan sokongan dari luar Sumsel

Cabai rawit di Tabanan (IDNTimes/Wira Sanjiwani)

Secara umum, produksi beras di Sumsel bisa mencapai 1,7 juta ton per tahun dengan jumlah konsumsi hanya 830 ribu ton per tahun. Sementara panen cabai merah pada 2023 tercatat 15,270 ton dengan jumlah konsumsi yang mencapai 30,602 ton.

Sedangkan produksi bawang merah di angka 1,907 ton per tahun dengan konsumsi sebesar 25,181 ton per tahun. Kebutuhan dua komoditas tersebut juga harus disokong dari luar Sumsel.

"Karena konsumsi lebih banyak dan produksi (cabai dan bawang) minim, kebutuhan 50 persennya harus mendapatkan tambahan dari luar daerah," kata dia.

2. Kerja sama penanaman komodit perlu dilakukan untuk meningkatkan produksi

ilustrasi bawang merah (pixabay.com/Hans)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, inflasi pada Mei 2024 di angka 2,48 persen. Tercatat komoditi penyumbang terbesar dari cabai dan bawang merah.

"Untuk memenuhi kebutuhan cabai dan bawang merah perlahan memenuhi kebutuhan secara mandiri, maka dilakukan kerja sama untuk meningkatkan produksi lewat menanam serentak komoditi tersebut," jelasnya.

3. Sumsel perlu bersikap penuhi pasokan cabai dan bawang merah

ilustrasi cabai merah kering (pixabay.com/joakant)

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumsel, Ricky P Gozali menambahkan, agar cabai dan bawang merah tidak berkontribusi terhadap angka inflasi, Tim Pengedalian Inflasi Daerah (TPID) harus komitmen menyediakan dan meningkatkan pasokan komoditi.

"Untuk meningkatkan ketersediaan pasokan cabai dan bawang merah serta mengantisipasi defisit komoditas akibat faktor cuaca sampai akhir tahun, Sumsel harus mewujudkan sikap nyata, sehingga neraca konsumsi terpenuhi," timpal dia.

Editorial Team

Related Article