Kodam II Sriwijaya Siaga 1, Siapkan Personel Waspada Konflik Global

- Kodam II/Sriwijaya menyiagakan personel tingkat 1 sesuai instruksi Panglima TNI untuk mengantisipasi potensi konflik global, terutama di kawasan Timur Tengah.
- Status siaga ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab, menegaskan profesionalisme prajurit meski bertepatan dengan bulan Ramadan dan berbagai tantangan keamanan.
- Pangdam II/Sriwijaya menekankan sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat produktif seperti ojek online dan buruh demi menjaga stabilitas keamanan wilayah Sumatera Selatan.
Palembang, IDN Times - Kodam II Sriwijaya mulai menyiagakan personel waspada konflik global sesuai instruksi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, yang berisi perintah siaga tingkat 1 bagi seluruh jajaran TNI, mengantisipasi perkembangan situasi global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah.
"Gelar apel pasukan di lapangan Apel Makodam II Sriwijaya sudah digelar untuk memastikan kesiapan personel dalam menghadapi dinamika situasi keamanan terkini," ujar Asisten Operasi Kepala Staf Komando Daerah Militer Kodam II Sriwijaya, Kolonel Inf Rony Fitriyanto dalam keterangan rilis yang diterima, Senin (9/3/2026).
1. Kesiapsiagaan merupakan kewajiban mutlak

Pembentukan personel digelar serentak oleh seluruh satuan di jajaran Kodam II Sriwijaya pada 7 Maret lalu dengan melibatkan seluruh unsur kekuatan TNI, mulai dari Matra Darat, Laut, hingga Udara.
"Sebagai prajurit, kesiapsiagaan merupakan kewajiban mutlak yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi," kata dia.
Diketahui, instruksi Panglima TNI disampaikan melalui Telegram Nomor TR/283/2026 yang diteken Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026.
Dalam dokumen tersebut, jajaran TNI diperintahkan meningkatkan kesiapsiagaan operasional menyusul dinamika konflik internasional serta pertimbangan terhadap situasi dalam negeri. Perintah siaga tingkat 1 berlaku sejak 1 Maret 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.
2. Status siaga harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab

Kolonel Inf Rony Fitriyanto mengatakan, status siaga ini harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan kesungguhan hati. Ia menekankan bahwa profesionalisme prajurit diuji melalui kepatuhan terhadap instruksi komando atas.
“Perintah ini adalah amanah yang wajib dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab,” kata dia.
Lebih lanjut, Kolonel Inf Rony Fitriyanto menyampaikan, mengenai pelaksanaan tugas di tengah bulan suci Ramadan. Menurutnya, ibadah puasa bukanlah penghalang bagi prajurit untuk tetap waspada. Sejarah telah membuktikan bahwa tantangan keamanan bisa muncul kapan saja tanpa mengenal waktu.
3. Jaga keamanan Bumi Sriwijaya sinergi berbagai aparat dan stakeholder

Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis menambahkan, Kodam II/Sriwijaya pun senantiasa bersinergi dengan Polri dan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan intruksi siaga 1.
Kata dia, penguatan keamanan wilayah tidak hanya bertumpu pada aparat formal, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif elemen masyarakat produktif. Ia pun menyampaikan penting melibatkan dan menjaga keamanan menggandeng ojek online dan kaum buruh.
Komitmen tersebut ia sampaikan dalam Apel "Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae" pada 8 Februari 2026 di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang yang juga dipimpin langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta turut dihadiri jajaran Forkopimda Sumsel seperti Gubernur Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandinugroho dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa.
"keamanan di Bumi Sriwijaya adalah tanggung jawab bersama yang harus dijaga," kata Mayjen TNI Ujang Darwis.

















