Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kisah Ulva, Ibu Muda Palembang Bangun Karier Kreator Konten Berkat Tri
Harrya Ulva (23), ibu rumah tangga di Palembang saat sedang membuat konten. Sudah 6 bulan sejak Ulva merintis kariernya sebagai konten kreator (IDN Times/Hafidz Trijatnika)
  • Harrya Ulva, ibu muda asal Palembang, sukses menekuni profesi konten kreator berita dari rumah sambil mengasuh anak berkat dukungan koneksi internet yang stabil.

  • Tri menjadi andalan Ulva karena jaringan luas dan harga paket data terjangkau, sejalan dengan klaim jangkauan hampir 100 persen populasi Palembang serta dukungan jaringan 5G.

  • Tri juga menghadirkan fitur tambahan seperti akses ke AI tools, penyimpanan cloud besar, layanan hiburan premium, dan sistem anti-penipuan untuk mendukung pekerja digital seperti Ulva.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Menjadi ibu rumah tangga tak menghalangi Harrya Ulva (23) untuk tetap produktif dan menghasilkan uang dari rumah.

Selama 6 bulan terakhir, perempuan asal Sumatra Utara yang kini menetap di Palembang ini menjajal profesi sebagai kreator konten berita di tengah kesibukannya mengasuh anak yang masih berusia 2 tahun.

Jadi kreator konten dari rumah sambil mengasuh anak

Salah satu konten yang sudah dibuat Ulva di media sosial. (IDN Times/Hafidz Trijatnika)

Ulva mengaku awalnya hanya seorang ibu rumah tangga biasa dengan kesibukan mengurus rumah dan satu anak setiap hari. Kerabatnya kemudian mengenalkannya pada dunia konten kreator sebagai cara menghasilkan uang tanpa harus meninggalkan rumah maupun perannya sebagai ibu.

Sejak diperkenalkan enam bulan lalu, Ulva mulai serius menekuni profesi barunya tersebut.

Saat ini, Ulva aktif memproduksi konten berita di platform Snack Video. Setiap harinya, ia mengkurasi berita atau video yang sedang viral, lalu memberikan komentar pribadinya terhadap peristiwa tersebut sebelum disusun menjadi naskah video. Setelah naskah selesai, Ulva mengedit videonya sendiri menggunakan aplikasi video editor sebelum diunggah ke media sosial.

"Memang belum banyak dapat uangnya. Cuma alhamdulillah, bisa menambah pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari anak," ujar Ulva.

Andalkan Tri untuk produktivitas kerja harian

Ulva saat mengedit kontennya di aplikasi editor video, sebelum diunggah di media sosial. (IDN Times/Hafidz Trijatnika)

Sebagai konten kreator, Ulva membutuhkan koneksi internet yang cepat dan stabil setiap harinya, mulai dari mencari referensi berita, mengunggah video, hingga berkomunikasi dengan sesama kreator.

Sejak beberapa tahun lalu, ia memutuskan menggunakan Tri sebagai operator seluler andalannya karena dinilai menawarkan paket data yang lebih murah dibandingkan dengan operator lain.

"Mungkin sudah sekitar 4-5 tahun lalu pakai Tri. Belum pernah ganti nomor sejak itu," kata Ulva.

Selama menggunakan Tri, Ulva mengatakan dirinya tidak pernah mengalami kendala berarti saat mengunggah konten, termasuk ketika harus mengirim video berukuran besar dalam waktu singkat. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa Ulva tetap setia menggunakan operator yang sama sejak awal merintis kariernya di dunia digital.

Jaringan Tri jangkau hampir seluruh Palembang

Ulva saat sedang membeli paket internet tri di aplikasi Bima+. (IDN Times/Hafidz Trijatnika)

Pengalaman positif Ulva ini sejalan dengan klaim resmi Tri. SVP Head of Circle Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, menyebut jaringannya telah menjangkau hampir 100 persen populasi Kota Palembang. 

Pelanggan Tri di Palembang juga sudah dapat menikmati jaringan Indosat 5G yang diklaim menjangkau sekitar 75 persen wilayah kota, sehingga turut mendukung berbagai aktivitas digital mulai dari streaming, gaming, hingga unggah konten seperti yang dilakukan Ulva sehari-hari.

Berdasarkan survei pihak ketiga yang dirujuk Tri, pengalaman digital pelanggan di Palembang bahkan mencatat peringkat teratas pada sejumlah indikator, termasuk Consistent Quality, Video Experience, Games Experience, hingga Voice Experience

Tri juga mencatat aktivitas digital pelanggan di Palembang berpusat pada tiga area utama, yakni konten dan hiburan melalui TikTok, YouTube, dan Instagram, komunikasi lewat WhatsApp dan Facebook, serta gaming, pola penggunaan yang juga relevan dengan rutinitas Ulva sebagai konten kreator.

Manfaat tambahan AI hingga fitur anti-penipuan

uji coba keandalan sinyal Tri yang kini didukung dengan jaringan Indosat 5G dalam event Jelajah Tri Palembang di BTS Kenten Ujung (Dok.IOH)

Selain jaringan, Tri juga membekali pelanggannya dengan sejumlah manfaat tambahan yang relevan bagi pekerja digital seperti Ulva. Pada paket isi ulang Happy, misalnya, pelanggan dapat menikmati akses ke AI tools seperti Google Gemini dan penyimpanan Google Drive berkapasitas 400 GB, yang dapat membantu kreator mencari ide maupun menyimpan materi konten mereka. 

Paket ini juga dilengkapi dengan benefit hiburan seperti Vidio Lite dan Viu Premium, serta Voice Call All Operator dengan 50 menit menelepon ke semua operator.

Tri turut menghadirkan fitur Tri AI: Anti Spam/Scam sebagai bentuk perlindungan tambahan bagi pelanggan yang kian aktif beraktivitas online, sebuah hal yang relevan bagi pekerja digital yang setiap hari bersinggungan dengan berbagai pihak di internet.

Berdasarkan keterangan resmi Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), sejak diluncurkan pada Agustus 2025, fitur ini telah mendeteksi dan memblokir lebih dari 2 miliar panggilan, pesan, dan tautan berbahaya yang terindikasi penipuan, dengan lebih dari 95 persen pelanggan mengaku merasa lebih aman saat fitur tersebut aktif.

Bermimpi jadikan konten kreator sebagai penghasilan utama

Ulva saat sedang membuat narasi konten videonya. (IDN Times/Hafidz Trijatnika)

Di tengah perkembangan dunia digital yang menggiurkan, Ulva menyadari bahwa kemampuannya sebagai konten kreator harus terus diasah. Ia mengaku perlu terus belajar dan meningkatkan kualitas kontennya agar bisa bertahan dan menghasilkan lebih banyak di tengah persaingan dunia digital yang semakin ramai. Ulva pun berharap suatu saat profesi ini dapat menjadi sumber penghasilan utamanya, bukan sekadar tambahan.

"Banyak ya cita-cita. Punya rumah sendiri, punya usaha dan aset. Tapi harus konsisten dan terus meningkatkan kualitas konten kita. Itu yang sulit dan harus terus diupayakan oleh kita sendiri," kata Ulva.

Kisah Ulva menjadi gambaran kecil dari geliat ekonomi digital di Palembang, sejalan dengan komitmen IOH mendukung konektivitas serta pertumbuhan ekonomi digital di Sumatra Selatan. Bagi anak muda dan ibu rumah tangga seperti Ulva, akses internet yang terjangkau dan stabil menjadi salah satu kunci agar peluang di dunia digital dapat benar-benar dimanfaatkan.

Editorial Team

Related Article