Kepala Sekolah SMK 1 PGRI Palembang, Nurhidayatika (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Nurhidayatika mengaku, selama MBG berjalan memang tidak seluruhnya baik. Tetapi karena komunikasi dan jalinan silaturahmi, bisa memperbaiki beberapa minus yang terjadi.
Salah satu contohnya, kata dia, pernah menu ada yang kurang pas. Tetapi karena disampaikan langsung ke dapur penyedia, mereka mengevaluasi semua kesalahan. Sehingga, perlahan program MBG yang dibagikan ke sekolah menjadi lebih baik.
"Karena ya, tidak semua MBG ini vendornya menyalahgunakan amanah. Kita juga ada tali silaturahmi antara pihak sekolah dan dapur. Kami komunikasi, biar tidak ada kesalahanpahaman. Hanya oknum yang menyalahkan amanah yang kadang membuat ramai. Kita tidak bisa vonis semua MBG itu salah," kata dia.
Selama MBG berjalan lanjutnya, beberapa permintaan murid yang diikuti dapur penyedia adalah membagikan makanan sesuai favorit mereka, seperti burger dengan potongan ayam, kemudian karbohidrat dari spageti, dan terkadang variasi makanan khas lokal juga pernah didistribusikan.
"Alhamdulillah gak ada komplain. Mungkin karena request mereka (murid) semua disiapkan dapur MBG. Kadang saya dapat kabar dari dapur, anak-anak suka nulis di kertas besok mau makan apa, terus pas datang lagi, permintaan mereka ada," kata dia.