Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kisah Siswa di Palembang Rasakan Manfaat MBG Selama Ramadan 2026
Potret Siswa penerima MBG di SMK PGRI 1 Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama Ramadan 2026 di Palembang, memberi manfaat bagi siswa seperti bisa menabung dan menikmati menu bergizi saat berpuasa.
  • Pendistribusian MBG di SMK PGRI 1 Palembang dilakukan jelang pulang sekolah dengan total ratusan paket setiap hari, berisi menu bervariasi termasuk makanan khas lokal.
  • Pihak sekolah dan penyedia MBG menjaga komunikasi agar kualitas makanan terjaga, sementara siswa merasa senang karena bisa makan bersama dan turut memberi masukan menu favorit mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) masih berjalan selama Ramadan 2026, termasuk di Palembang. Sepanjang program berlangsung, sejumlah siswa merasakan manfaat MBG. Kata mereka, semenjak ada MBG, jadi bisa menabung dan tidak banyak jajan.

"Manfaatnya gak ganggu uang jajan dan bisa menabung. Selama puasa ini, ada makanan favorit: ada bakso. Harapannya kalau bisa ke depan, makanannya lebih berprotein lagi," kata siswa SMK PGRI 1 Palembang, Rizal, Kamis (5/3/2026).

1. Menu malbi makanan khas Palembang pernah dibagikan dapur MBG

Pembagian MBG di SMK PGRI 1 Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Selain Rizal, menurut Rizki Syahputra, murid kelas tiga, sepanjang bulan puasa berjalan, MBG masih tetap terdistribusi. Namun, yang berbeda adalah jam pembagian MBG kepada siswa. Biasanya, MBG dibagikan pada waktu istirahat. Tetapi karena Ramadan, MBG dibagikan saat jelang waktu pulang sekolah.

Rizi menyampaikan, semenjak ada program MBG ia merasa bersyukur. Karena menu yang dibagikan tiap hari berbeda dan siswa bisa request menu. Tapi dia menyarankan agar ke depan menu makanan khas Palembang bisa lebih banyak dan porsinya ditambah.

"Evaluasi, untuk saran menu bisa lebih melibatkan siswa lagi. Siswa kalau boleh minta bermacam menu-nya, seperti kalau makan khas enak-nya malbi," jelas dia.

2. MBG selama ramadan 2026 berlangsung 23 Februari-14 Maret

Pembagian MBG di SMK PGRI 1 Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Pantauan IDN Times di lapangan, menu MBG tiba di sekolah sekitar pukul 10:30 WIB dan paket mulai dibagikan kepada siswa sekitar pukul 12:00 WIB jelang waktu pulang. Tercatat setiap hari menu yang terdistribusi berjumlah 344 paket untuk para murid dan sekitar 200-an MBG yang dibagikan kepada staf dan para guru di sekolah tersebut.

Terpantau menu yang dibagikan pada 5 Maret 2026, MBG berupa dua biji pempek adaan, tiga buah kurma, satu butir telur ayam rebus dan satu buah jeruk sunkist. Paket tersebut dibungkus dalam wadah mika dan disimpan dalam kantong kain.

Selama Ramadan 2026, SMK 1 PGRI Palembang mendapatkan MBG sejak 23 Februari hingga 14 Maret 2026. Kemudian akan dilanjutkan kembali setelah para siswa masuk sekolah usai libur Lebaran.

3. Mayoritas penerima MBG merupakan siswa kalangan menengah ke bawah

Pembagian MBG di SMK PGRI 1 Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Menurut Kepala Sekolah SMK 1 PGRI Palembang, Nurhidayatika, semenjak ada MBG, para siswa merasakan manfaat baik. Karena pihak sekolah pun rajin protes apabila menu yang disajikan tidak layak konsumsi atau porsinya tidak sesuai.

Dia mengatakan sekolah memiliki hak untuk menuntut dan menyampaikan kritik apabila pelaksanaan di lapangan tidak memuaskan. Dari cerita para siswa lanjut, Nurhidayatika, mereka senang menerima MBG karena bisa merasakan makan bersama-sama dengan menu yang seragam.

"Sebenarnya, MBG ini di sekolah kami jadi salah satu bantuan pemerintah yang berarti. Karena SMK PGRI 1 Palembang, kebanyakan siswa-siswi berada di ekonomi menengah ke bawah. Mereka dominan lahir dari keterbatasan orangtua. Mereka pernah bilang senang menikmati MBG dengan teman tanpa perbedaan," jelasnya.

4. Pihak sekolah jalin komunikasi dengan dapur penyedia agar MBG berjalan lancar

Kepala Sekolah SMK 1 PGRI Palembang, Nurhidayatika (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Nurhidayatika mengaku, selama MBG berjalan memang tidak seluruhnya baik. Tetapi karena komunikasi dan jalinan silaturahmi, bisa memperbaiki beberapa minus yang terjadi.

Salah satu contohnya, kata dia, pernah menu ada yang kurang pas. Tetapi karena disampaikan langsung ke dapur penyedia, mereka mengevaluasi semua kesalahan. Sehingga, perlahan program MBG yang dibagikan ke sekolah menjadi lebih baik.

"Karena ya, tidak semua MBG ini vendornya menyalahgunakan amanah. Kita juga ada tali silaturahmi antara pihak sekolah dan dapur. Kami komunikasi, biar tidak ada kesalahanpahaman. Hanya oknum yang menyalahkan amanah yang kadang membuat ramai. Kita tidak bisa vonis semua MBG itu salah," kata dia.

Selama MBG berjalan lanjutnya, beberapa permintaan murid yang diikuti dapur penyedia adalah membagikan makanan sesuai favorit mereka, seperti burger dengan potongan ayam, kemudian karbohidrat dari spageti, dan terkadang variasi makanan khas lokal juga pernah didistribusikan.

"Alhamdulillah gak ada komplain. Mungkin karena request mereka (murid) semua disiapkan dapur MBG. Kadang saya dapat kabar dari dapur, anak-anak suka nulis di kertas besok mau makan apa, terus pas datang lagi, permintaan mereka ada," kata dia.

Editorial Team