Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
In This Economy: Permintaan Properti Turun, Pengembang Pesimis Capai Target
Kantor REI Sumsel (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • REI Sumsel pesimistis target pembangunan 17 ribu unit rumah baru pada 2026 tercapai karena permintaan properti menurun di tengah ekonomi dan inflasi yang tidak stabil.

  • Perlambatan ekonomi berdampak pada pasar perumahan kelas menengah bawah hingga menengah atas, meski pengembang tetap berupaya mengejar target pembangunan.

  • REI Sumsel tetap mendukung program 3 juta rumah, sementara pasar properti didominasi UMKM dan wiraswasta yang terkendala akses pembelian rumah tanpa syarat slip gaji.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    REI Sumatera Selatan pesimis target pembangunan 17 ribu unit perumahan baru pada 2026 tercapai karena permintaan properti menurun di tengah perlambatan ekonomi dan inflasi.
  • Who?
    Ketua DPD REI Sumsel Zewwy Salim, pengembang perumahan, pelaku UMKM, wiraswasta, perbankan, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman terlibat dalam isu properti dan perumahan.
  • Where?
    Situasi ini terjadi di Sumatera Selatan, dengan keterangan disampaikan Zewwy Salim di Palembang.
  • When?
    Kondisi perlambatan ekonomi berlangsung sepanjang 2026. Hingga Oktober 2026, pencapaian target pembangunan 17 ribu rumah masih dinilai sulit.
  • Why?
    Permintaan properti turun akibat kondisi ekonomi tidak stabil dan inflasi berbagai sektor. Pasar perumahan kelas menengah hingga atas juga terdampak, sementara skema kredit tanpa syarat slip gaji masih terbatas.
  • How?
    REI Sumsel tetap mengejar pembangunan rumah baru dan menjalankan program 3 juta rumah bersama pemangku kepentingan. REI juga mendorong perbankan membuka peluang pembelian properti bagi masyarakat tanpa pendapatan tetap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ekonomi di Sumatra Selatan sedang melambat dan harga-harga naik. Orang jadi lebih sedikit membeli rumah. REI Sumsel ingin membangun 17 ribu rumah baru pada 2026, tetapi masih sulit tercapai. Zewwy Salim dan para pengembang tetap berusaha membangun rumah, termasuk untuk program 3 juta rumah dari Presiden Prabowo.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah permintaan properti yang melemah, pengembang di Sumatra Selatan tetap menjaga upaya pembangunan dan menjalankan program perumahan bersama para pemangku kepentingan. Minat investasi properti dari pelaku UMKM dan wiraswasta juga menunjukkan adanya pangsa pasar yang potensial, sementara dorongan terhadap skema pembiayaan yang lebih inklusif membuka ruang bagi pergerakan ekonomi daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Kondisi ekonomi wilayah kini berada dalam situasi tak stabil akibat inflasi dari berbagai sektor. Termasuk di Sumatra Selatan, pertumbuhan ekonomi melambat sepanjang 2026. Berkaca dari persoalan itu, Real Estate Indonesia (REI) pesimis target pembangunan perumahan tercapai.

"In this economy, dari target awal di 2026 kita membangun 17 ribu unit perumahan baru. Hingga sekarang (Oktober) masih sulit (mencapai) karena demand juga turun. Berusaha optimis di kondisi yang sebenarnya pesimis," ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah REI Sumsel Zewwy Salim saat dikonfirmasi IDN Times, Senin (26/10/2026).

1. REI Sumsel tetap berusaha kejar target

Ketua Dewan Pimpinan Daerah REI Sumsel Zewwy Salim(kiri)

Dirinya mengakui, meski menargetkan pembangunan perumahan komersial untuk kelas menengah ke atas. Tetapi melihat permintaan pasar, kini semua sektor berdampak pada ekonomi yang bisa dibilang tak lagi baik-baik saja. Tidak hanya kelas menengah ke bawah, bisnis menengah ke atas pun berada dalam situasi kurang baik.

"Kami berusaha menepis keraguan (pesimis). Kami tetap berusaha (mengejar target pembangunan baru). Mudah-mudahan bisa ya," kata dia.

2. Jalankan berbagai program bersinergi dengan stakeholder

ilustrasi properti, perumahan (unsplash.com/Breno Assis)

Zewwy menambahkan, di luar konteks target pembangunan unit perumahan baru, pengembang yang juga ditargetkan memenuhi program Asta Cita Presiden Prabowo, yakni program 3 juta rumah yang dikelola melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk mengatasi backlog (kekurangan) kepemilikan rumah dan memperbaiki hunian tidak layak huni.

"Ini juga (program 3 juta rumah) masih kita jalankan, tetap mengupayakan bersama stakeholder. Berusaha bekerja keras untuk tercapai (sepanjang kepemimpinan Prabowo Subianto)," jelasnya.

3. REI Sumsel hadapi tantangan izin perbankan

ilustrasi properti, perumahan (unsplash.com/Breno Assis)

Sementara bicara soal pangsa pasar properti khususnya di Sumsel, lanjut Zewwy, dominan keinginan masyarakat yang ingin berinvestasi properti untuk masa depan lebih banyak dari sisi pelaku UMKM dan wiraswasta ketimbang pegawai dengan pendapatan tetap. Namun tantangannya, masih rendahnya perbankan yang menerapkan program beli rumah tanpa lampiran syarat gaji.

“Semestinya dengan pangsa yang positif, perbankan bisa menerapkan pembelian properti tanpa pendapatan dengan peluang besar, sehingga nanti perbankan bisa berkompetisi memengaruhi pergerakan ekonomi daerah,” jelas Zewwy.

Curated For You

Editorial Team

Related Article