Palembang, IDN Times - Harga karet di tingkat petani dilaporkan mulai mengalami penurunan dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut dinilai kembali menunjukkan lemahnya posisi petani yang masih bergantung pada fluktuasi harga pasar internasional.
Sebagai wilayah produsen karet alam terbesar kedua di dunia, hasil karet Indonesia masih bergantung pada sistem ekspor. Sehingga hilirisasi dianggap menjadi solusi jangka panjang agar petani tak lagi bergantung pada negara lain.
"Ketika harga global turun, pendapatan petani ikut tertekan. Padahal biaya produksi terus meningkat. Persoalan ini bukan hanya soal harga, tetapi struktur industri kita yang belum mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri," ungkap Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumsel, Rudi Arpian kepada IDN Times, Rabu (1/7/2026).
