Gunung Marapi di Sumbar Erupsi, Ketinggian Kolom Abu 1.600 Meter

- PGA Marapi mencatat ketinggian kolom abu letusan mencapai 1.600 meter di atas puncak gunung, dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut.
- Erupsi ke-5 sepanjang tahun 2026 terjadi selama 14 hari, dengan erupsi pertama pada tanggal 6 Januari dan terjadi beberapa kali setelahnya.
- Imbauan untuk masyarakat agar tidak memasuki wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas kawah Gunung Marapi, serta tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar atau banjir lahar.
Padang, IDN Times - Gunung Marapi yang terletak di Sumatra Barat kembali mengalami erupsi pada Rabu (14/1/2025) pagi sekitar pukul 09.36 WIB. Pemantau Gunung Api (PGA) Marapi mencatat letusan yang terjadi kali ini merupakan letusan terbesar sepanjang tahun 2026.
Pasalnya, gunung yang terletak di antara Kabupaten Tanah Datar, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang dan Kabupaten Agam tersebut telah beberapa kali erupsi sejak hari pertama tahun 2026.
1. Erupsi terbesar

PGA Marapi dalam keterangan resminya mencatatkan, ketinggian kolom abu letusan yang terjadi tersebut berada pada angka 1.600 meter di atas puncak gunung.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut," tulisnya.
Menurut PGA Marapi, erupsi yang terjadi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28.6 mm dan durasi kurang lebih 31 detik.
2. Sebanyak 5 kali erupsi sepanjang 2026

PGA Marapi mencatat, erupsi yang terjadi tersebut merupakan erupsi ke-5 yang terjadi sepanjang tahun 2026 yang telah berlangsung selama 14 hari.
"Erupsi pertama di tahun 2026 itu pada tanggal 6 Januari dan selanjutnya juga terjadi pada tanggal 7, 8 dan tanggal 13 kemarin," kata PGA Marapi.
Meski terjadi beberapa kali erupsi, menurutnya kebanyakan ketinggian kolom abu tidak terpantau. Pasalnya kolom abu tertutup oleh kabut.
2. Imbauan untuk masyarakat

PGA Marapi mengimbau agar masyarakat di sekitar Gunung Marapi serta pendaki, pengunjung atau wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius tiga kilometer dari pusat aktivitas kawah.
"Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, bantaran atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar tetap mewaspadai potensi atau ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan," tulisnya.
Jika terjadi hujan abu, maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA).
















