Diprotes Warga, KSOP Tutup Jalur Sungai Lalan Sampai Jembatan Diperbaiki

- Penutupan dilakukan atas permintaan masyarakat setempat
- Warga ingin melihat langsung adanya proses pembangunan termasuk kehadiran pekerja
- Terdapat 25 perusahaan terdampak akibat penutupan Sungai Lalan
Musi Banyuasin, IDN Times - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Palembang resmi menutup kembali lalu lintas kapal di perairan Jembatan P6, Kecamatan Lalan, Musi Banyuasin (Muba). Penutupan akses pelayaran ini dilakukan atas desakan kuat dari masyarakat setempat yang menginginkan adanya kepastian pembangunan jembatan yang telah roboh.
Keputusan penutupan ini diambil setelah KSOP bersama perwakilan Gubernur Sumsel turun langsung ke lokasi pada Selasa (13/1/2026) untuk menemui warga. Rencana awal Pemprov Sumsel untuk membuka kembali akses pelayaran pada hari itu akhirnya dibatalkan.
Warga bersikeras agar jembatan tetap ditutup hingga mereka melihat langsung kehadiran pekerja dan alat berat di area pembangunan.
1. Penutupan dilakukan atas permintaan masyarakat setempat

Kepala KSOP Kelas 1 Palembang, Laksamana Pertama TNI Idham Faca menegaskan, penutupan tersebut dilakukan atas permintaan masyarakat setempat. Mereka meminta jalur sungai tidak akan dibuka sebelum ada bukti nyata dimulainya proyek pembangunan tersebut.
“Jembatan P6 Lalan sampai saat ini masih ditutup. Kami belum membuka akses pelayaran karena warga menginginkan adanya kepastian pembangunan, bukan hanya janji,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).
2. Warga ingin melihat langsung adanya proses pembangunan termasuk kehadiran pekerja

Idham menjelaskan, sebelumnya Pemprov Sumsel berencana membuka kembali akses pelayaran di bawah jembatan tersebut hari ini. Namun, rencana itu batal dilakukan setelah pihaknya ke lokasi dan menemui warga.
"Warga tidak hanya menginginkan janji, melainkan bukti fisik berupa dimulainya pengerjaan, kehadiran pekerja, dan alat berat di lokasi. Mereka ingin melihat langsung adanya proses pembangunan termasuk kehadiran pekerja dan alat berat di lokasi,” terangnya.
3. Terdapat 25 perusahaan terdampak akibat penutupan Sungai Lalan

Adapun penutupan jalur sungai di Jembatan P6 Lalan telah dilakukan warga sejak 1 Januari 2026. Warga membentangkan tali panjang melintang di area jembatan sehingga kapal tidak dapat melintas. Akibat penutupan tersebut, aktivitas pelayaran di Sungai Lalan terganggu. Setidaknya terdapat 25 perusahaan, termasuk perusahaan angkutan batubara dan crude palm oil (CPO) yang terdampak setiap harinya.
“Dalam kondisi normal, sekitar 30 kapal dari berbagai perusahaan melintasi jalur tersebut setiap hari. Saat ini seluruhnya terhalang akibat penutupan yang dilakukan warga,” ungkap Idham.
Tak hanya itu, masyarakat Lalan memiliki tuntutan sederhana namun tegas kepada pemerintah, yaitu kepastian pembangunan jembatan yang roboh. Warga memberikan tenggat waktu tiga hari kepada pemerintah untuk menunjukkan keseriusan ini dengan menghadirkan pekerja serta alat berat di sekitar lokasi jembatan.
"Warga pada dasarnya tidak keberatan jalur sungai dibuka kembali. Jika pekerja dan alat berat sudah berada di lokasi dan pengerjaan dimulai, warga menyatakan siap membuka kembali akses sungai di bawah jembatan," tegasnya.
















