Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dinkes Palembang Siapkan Vaksin Campak Tambahan Jelang Lebaran 2026
ilustrasi campak (npr.org)
  • Dinas Kesehatan Palembang menyiapkan stok vaksin campak tambahan jelang Lebaran 2026 karena peningkatan kasus sejak tiga bulan terakhir akibat rendahnya cakupan imunisasi.

  • Program Outbreak Response Immunization difokuskan untuk anak usia 9–59 bulan guna membentuk herd immunity dan menekan penyebaran virus campak di masyarakat.

  • Dinkes berkoordinasi dengan puskesmas serta rumah sakit untuk edukasi PHBS dan mengimbau orang tua memastikan imunisasi anak lengkap sebelum kegiatan silaturahmi Lebaran.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Januari hingga Maret 2026

Dinkes Palembang mencatat 456 kasus suspek campak dengan 65 kasus positif setelah pemeriksaan laboratorium.

13 Maret 2026

Kabid P2P Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, menyampaikan persiapan vaksin campak tambahan jelang Lebaran Idul Fitri 2026 dan menjelaskan peningkatan kasus campak dalam tiga bulan terakhir.

Lebaran Idul Fitri 2026

Dinkes Palembang menargetkan pelaksanaan vaksinasi tambahan untuk anak usia 9–59 bulan guna mencegah penyebaran virus saat tradisi silaturahmi berlangsung.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Dinas Kesehatan Kota Palembang menyiapkan vaksin campak tambahan menjelang Lebaran Idul Fitri 2026 untuk mengantisipasi peningkatan kasus campak yang terjadi dalam tiga bulan terakhir.
  • Who?
    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, bersama jajaran Dinas Kesehatan Kota Palembang serta tenaga kesehatan di puskesmas dan rumah sakit setempat.
  • Where?
    Kegiatan persiapan dan pelaksanaan vaksinasi dilakukan di wilayah Kota Palembang, Sumatera Selatan, dengan koordinasi antara Dinkes, puskesmas, dan rumah sakit daerah.
  • When?
    Persiapan dilakukan sejak Maret 2026 menjelang perayaan Lebaran Idul Fitri 2026, setelah peningkatan kasus campak terpantau sejak Januari hingga Maret tahun yang sama.
  • Why?
    Peningkatan kasus campak disebabkan rendahnya cakupan vaksinasi masyarakat. Vaksin tambahan diberikan untuk membentuk kekebalan kelompok agar penyebaran virus dapat ditekan selama periode libur Lebaran.
  • How?
    Dinkes menambah stok vaksin campak bagi anak usia 9–59 bulan melalui program Outbreak Response Immunization (ORI), serta meningkatkan edukasi PHBS dan kewaspadaan terhadap gejala awal penyakit di fasilitas kesehatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada banyak anak di Palembang yang kena campak, jadi orang-orang dari Dinas Kesehatan mau kasih vaksin lagi biar anak-anak nggak sakit. Mereka bilang nanti sebelum Lebaran 2026 akan ada vaksin tambahan buat anak kecil umur sembilan bulan sampai lima tahun. Sekarang mereka juga bilang kalau anak demam tinggi atau keluar bintik merah harus cepat dibawa ke dokter. Semua orang diminta jaga kebersihan dan pastikan sudah imunisasi biar nggak gampang tertular waktu kumpul Lebaran nanti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah Dinas Kesehatan Kota Palembang menyiapkan vaksin campak tambahan menunjukkan kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat menjelang Lebaran. Upaya ini tidak hanya memperkuat perlindungan anak-anak melalui pembentukan kekebalan kelompok, tetapi juga mencerminkan koordinasi yang baik antara puskesmas dan rumah sakit dalam meningkatkan edukasi serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Dinas Kesehatan Kota Palembang menyiapkan vaksin campak tambahan jelang Lebaran Idul Fitri 2026. Persiapan tersebut seiring dengan kasus campak yang mengalami peningkatan sejak 3 bulan yang lalu.

"Hampir seluruh kota di Indonesia mengalami peningkatan kasus campak. Peningkatan kasus ini berkaitan dengan rendahnya cakupan vaksinasi di masyarakat," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, Jumat (13/3/2026).

1. Sejak Januari 2026 suspect campak capai 456 kasus

ilustrasi campak (freepik.com/freepik)

Dia menyampaikan, selain menyiapkan stok vaksin campak lebih banyak, Dinas Kesehatan Kota Palembang juga akan memberikan vaksin tambahan untuk anak usia 9-59 bulan. Vaksin tambahan ini merupakan upaya untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity sehingga virus tidak mudah menyebar.

"Sejak Januari hingga Maret 2026, ada 456 kasus suspect campak dengan 65 kasus yang telah dipastikan positif setelah melalui pemeriksaan laboratorium," jelas Yudhi.

Lebih lanjut katanya, program Outbreak Response Immunization (ORI) atau pemberian vaksin tambahan merupakan langkah dinkes untuk mencegah dan menekan angka kenaikan virus campak.

2. Bawa anak ke faskes saat terdeteksi gejala campak

ilustrasi berobat ke dokter (pexels.com/cottonbro studio)

Yudhi menyampaikan, selain vaksinasi, masyarakat juga diminta waspada terhadap gejala awal penyakit campak ini. Sejumlah tanda meliputi demam tinggi di atas 39 derajat Celsius, ruam merah yang cepat menyebar, sesak napas, hingga kejang.

“Jika gejala tersebut muncul, apalagi disertai diare atau muntah, anak harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat," kata dia.

3. Warga diingatkan soal kondisi anak telah tervaksin saat berkumpul

Ilustrasi keramaian publik (Unsplash/Norbert Braun)

Menurutnya, Dinkes Palembang juga telah berkoordinasi dengan puskesmas dan rumah sakit untuk meningkatkan edukasi mengenai pencegahan penyakit melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Apalagi, kata dia, ketika Lebaran berlangsung, kebiasaan berkerumun kerap ditemukan. Terutama saat tradisi silaturahmi keluarga dan situasi tersebut dikhawatirkan menjadi titik rawan penyebaran virus yang mudah terkena anak-anak, apalagi mereka yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

“Masyarakat diimbau memastikan status imunisasi anak telah terpenuhi sebelum melakukan perjalanan atau menghadiri kegiatan berkumpul selama Lebaran Idul Fitri berlangsung," jelas dia.

Editorial Team