BI Sumsel Cegah Inflasi Jelang Nataru Lewat Strategi 4K

Palembang, IDN Times - Bank Indonesia wilayah Sumatra Selatan (BI Sumsel) berupaya menurunkan angka inflasi. Apalagi saat ini inflasi Sumsel mencapai 2,94 persen atau lebih tinggi dari angka nasional di angka 2,54 persen.
"Kita waspadai inflasi di Desember karena biasanya mengalami kenaikan menjelang Nataru (Natal dan Tahun Baru)," ujar Deputi Kepala Perwakilan BI Sumsel, Nurcahyo Heru Prasetyo, melalui siaran pers yang diterima IDN Times, Kamis (30/11/2023).
1. TPID Sumsel usulkan strategi 4K melibatkan stakeholder

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumsel melibatkan berbagai stakeholder untuk melakukan berbagai langkah menekan kenaikan harga jelang libur Nataru, seperti menerapkan strategi 4K.
"Tekan inflasi dengan strategi 4K atau ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif," kata dia.
2. Pemerintah target kenaikan inflasi di bawah 4 persen

Inflasi Sumsel memengaruhi kenaikan harga sejumlah komoditi Palembang hingga menempati inflasi tertinggi nomor enam di regional.
"Pemerintah sangat berupaya menurunkan inflasi dan menargetkan inflasi tak naik hingga 4 persen," ujarnya.
3. Monitoring antisipasi anomali kenaikan harga komoditi

Langkah antisipasi agar risiko kenaikan harga komoditas tidak makin melonjak, TPID Sumsel pun mengusulkan strategi efektif lewat sistem koordinasi di tingkat teknis untuk monitoring pergerakan harga dari minggu ke minggu.
"Tujuannya mengantisipasi anomali harga pada komoditas dan menentukan respon yang tepat," jelas Heru.
4. Tanam cabai di rumah tekan inflasi

Selain program 4K, TPID Sumsel juga memberikan 4 ribu bibit cabai kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang yang berasal dari BI Sumsel, Bank Sumsel Babel, dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Sumsel.
"Kami mengajak pemerintah daerah dan masyarakat menanam cabai sendiri di rumahnya. Untuk itu, TPID Sumsel memberikan bibit cabai," timpalnya.



















