Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Berkah Iduladha, Rusdi Raup Rezeki Kertas Bekas Alas Salat Id
Warga Palembang bernama Rusdi mencari berkah dari kertas dan koran bekas yang digunakan untuk salat id (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Rusdi, warga Palembang, memanfaatkan momen Salat Iduladha di Masjid Agung untuk mengumpulkan kertas dan koran bekas yang ditinggalkan jemaah sebagai sumber penghasilan tambahan.
  • Dalam satu hari lebaran, Rusdi mampu mengumpulkan hingga 20 kilogram kertas bekas yang kemudian dijual ke pengepul dengan harga sekitar Rp15 ribu per kilogram.
  • Pekerjaan ini hanya bisa dilakukan saat hari raya besar, dan hasil penjualannya membantu Rusdi memenuhi kebutuhan makan keluarga di tengah keterbatasan pekerjaan tetap.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Di tengah ribuan jemaah yang memadati kawasan Masjid Agung Palembang saat pelaksanaan Salat Iduladha, ada kisah pengumpul kertas yang turut merasakan berkah. Adalah Rusdi, pengumpul kertas dan koran bekas yang memanfaatkan hari raya untuk mencari tambahan penghasilan.

Usai salat Id digelar, Rusdi tampak menyusuri kawasan sekitar masjid hingga area Jembatan Ampera sembari memungut koran dan kertas bekas yang ditinggalkan jemaah. Kertas itu dikumpulkan untuk dijual kembali kepada pengepul barang bekas.

"Untuk dijual lagik, kiloan ada orang yang nampung. Per kilogram biasanya dapat Rp15 ribu," ungkap Rusdi kepada IDN Times, Rabu (27/5/2026).

1. Saat momen lebaran kumpulkan 20 kilogram koran

Warga Palembang bernama Rusdi mencari berkah dari kertas dan koran bekas yang digunakan untuk salat id (IDN Times/Rangga Erfizal)

Dalam setahun, Rusdi mencatat ada dua kali momen mencari koran bekas pakai. Pertama saat Idulfitri dan kedua Iduladha. Dalam sehari, ia mengaku bisa mengumpulkan hingga 20 kilogram kertas bekas hanya seorang diri.

"Kalau momen lebaran ini lumayan bisa ngumpulin sampai 20 kilogram. Ini sendirian, daripada jadi sampah," ungkap dia.

2. Jadi pekerjaan tahunan saat momen hari raya

Momen jemaah salat id menunggu momen pelaksanaan salat (IDN Times/Rangga Erfizal)

Rusdi mengatakan pekerjaan seperti itu hanya bisa dilakukan saat momen hari besar keagamaan ketika ribuan warga berkumpul di satu lokasi. Di luar hari raya, dirinya lebih banyak menganggur karena tidak memiliki pekerjaan tetap.

"Momen-momen begini cuma saat hari raya saja pak. Kalau hari-hari biasa gak ada kerjaan, nganggur," jelasnya.

3. Cari tambahan untuk makan keluarga

Potret jemaah di pagar pembatas Jembatan Ampera (IDN Times/Rangga Erfizal)

Pendapatan hasil menjual kertas bekas, diakuinya cukup membantu untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Bermodalkan karung, dan semangat untuk mengumpulkan kertas bekas alas salat, dirinya berharap yang dijalankannya menjadi berkah.

"Lumayan untuk tambah-tambah makan sehari-hari keluarga," ungkapnya.

Editorial Team

Related Article