Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,6 Persen Tahun Depan
Deputi Kepala Perwakilan BI Sumsel, M. Latif (Dok. BI Sumsel)
  • Inflasi Sumsel terendah kedua di Sumatra, IHK Oktober 2024 terkendali 1,09 persen.
  • Prediksi ekonomi Sumsel positif tahun depan dengan inflasi target 2,5 persen year on year.
  • Transaksi non tunai meningkat, harapan digitalisasi mendorong stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Bank Indonesia Sumatra Selatan (BI Sumsel) memprediksi adanya pertumbuhan ekonomi wilayah dikisaran 4,8-5,6 persen pada 2025 mendatang. Estimasi ekonomi tahun depan diperkirakan positif seiring dengan kondisi inflasi atau kenaikan harga di Sumsel berada pada tingkat terendah kedua regional Sumatra.

"Dari sisi perkembangan harga tahunan, Indeks Harga Konsumen (IHK) Sumsel Oktober 2024 terkendali 1,09 persen. Menempatkan provinsi ini menjadi berada di kondisi inflasi tahunan terendah kedua regional Sumatera," ujar Deputi Kepala Perwakilan BI Sumsel, M. Latif melalui keterangan rilis yang diterima Minggu (1/12/2024).

1. Inflasi Sumsel tahun depan diperkirakan di angka 2,5 persen

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Pertemuan Tahunan BI 2024 . (IDN Times/Triyan)

Prediksi ekonomi Sumsel bergerak positif tahun depan kata Latif, sejalan dengan sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam mengendalikan kenaikan harga komoditas di suatu daerah terutama inflasi pangan yang sering bergejolak seperti volatile food).

"Inflasi Sumsel tahun 2025 diperkirakan pada kisaran sasaran 2,5 persen year on year. Sementara, kinerja intermediasi perbankan 2024 menunjukkan pertumbuhan positif disertai perbaikan kualitas kredit," jelasnya

2. Transaksi non tunai di Sumsel mengalami peningkatan

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)

Kondisi ekonomi Sumsel bergerak positif juga diwujudkan lewat transaksi non tunai yang menunjukkan peningkatan, seiring dengan meluasnya digitaliasi di kabupate/kota. Kedepan harapannya, transaksi digital mampu mendorong stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

"Untuk prediksi ekonomi Sumsel hingga akhir tahun 2024 ini akan tumbuh 4,7 persen sampai 5,5 persen secara tahunan (yoy)," kata Latif lagi.

3. Ekspor Sumsel didominasi raw materials

Pertemuan Bank Indonesia (Dok. BI Sumsel)

Walau perbankan optimis perekonomian Sumsel kedepa tumbuh positif, ada beberapa tantangan perekonomian yang perlu dicermati mencakup defisit neraca pangan, tingkat kemiskinan Sumsel di atas rata-rata nasional, hingga peningkatan biaya distribusi ekspor-impor.

"Komoditas ekspor Sumsel masih didominasi raw materials, serta masih timpangnya tingkat akseptansi sistem pembayaran dan keuangan digital. Untuk itu Sumsel perlu mengambil langkah strategis memperkuat stabilitas dan transformasi ekonomi menghadapi tantangan," jelas dia.

Editorial Team

Related Article