Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ayah Alceo Laporkan RSUP M Djamil Padang ke Mapolda Sumbar

Ayah Alceo Laporkan RSUP M Djamil Padang ke Mapolda Sumbar
Doris sedang diperiksa oleh petugas SPKT Mapolda Sumbar (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Intinya Sih
  • Ayah Alceo Hanan Flantika resmi melaporkan RSUP M Djamil Padang ke Mapolda Sumbar atas dugaan kelalaian yang menyebabkan anaknya meninggal dunia.
  • Keluarga menilai banyak kejanggalan selama perawatan, termasuk keterlambatan penanganan, puasa panjang sebelum operasi, serta dugaan kesalahan dalam pemasangan infus dan prosedur anestesi.
  • Polda Sumbar telah menerima laporan tersebut dan memastikan penyidik masih mendalami kasus untuk menentukan langkah hukum selanjutnya terhadap pihak rumah sakit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Padang, IDN Times - Orang tua Alceo Hanan Flantika melaporkan pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M. Djamil Padang ke Mapolda Sumbar pada Kamis (23/4/2026) kemarin.

"Kemarin kami sudah melaporkan pihak RSUP M. Djamil terkait meninggalnya anak kami di rumah sakit tersebut," kata Doris Flantika, ayah Alceo saat diwawancarai IDN Times, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, laporan tersebut telah diterima oleh pihak Mapolda Sumbar dan dirinya telah diperiksa oleh penyidik di Mapolda Sumbar.

1. Laporkan RSUP M Djamil Padang

Doris menuju ruang SPKT Mapolda Sumbar (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Doris menuju ruang SPKT Mapolda Sumbar (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Doris mengatakan ia melaporkan pihak RSUP M. Djamil Padang berkaitan dengan kelalaian pihak rumah sakit terbesar di Sumatra tersebut yang diduga mengakibatkan anaknya meninggal dunia.

"Yang kami laporkan soal banyaknya kejanggalan-kejanggalan yang mereka lakukan selama melakukan perawatan terhadap Alceo," katanya.

Menurutnya, beberapa hal yang diduga dilakukan oleh pihak RSUP M. Djamil Padang tersebut adalah keterlambatan dalam penanganan.

"Banyak hal yang kami rasa tidak sesuai dengan yang seharusnya dilakukan oleh pihak RSUP M. Djamil Padang selama perawatan," katanya.

2. Kejanggalan selama perawatan

Doris diperiksa oleh petugas SPKT Polda Sumbar (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Doris diperiksa oleh petugas SPKT Polda Sumbar (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Doris mengatakan, anak keduanya itu terpaksa harus dirawat di RSUP M Djamil setelah mengalami luka bakar pada 26 Maret 2026 lalu.

"Alceo sempat dirawat selama kurang lebih 7 hari dan selama 7 hari itu banyak hal-hal yang tidak patut dilakukan oleh pihak RSUP M. Djamil Padang baik dalam hal pelayanan maupun penanganan terhadap anak kami," katanya.

Menurutnya, kesalahan dalam penanganan terhadap anaknya merupakan penyebab meninggalnya bayi malang tersebut. Alceo harus kehilangan nyawa setelah banyaknya kelalaian yang diduga dilakukan.

Sementara, Nuri mengatakan bahwa ada beberapa hal krusial yang membuat sang bayi sempat kritis hingga meninggal dunia pada 3 April lalu.

"Hal pertama itu sebelum melakukan operasi anak kami disuruh berpuasa selama 24,5 jam tanpa kepastian jadwal operasi," katanya.

Ia mengatakan, anaknya yang mengalami luka bakar tersebut tetap dibiarkan berada di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang penuh dengan orang sakit.

"Alceo dibiarkan selama 29 jam di IGD tersebut yang kami anggap sebuah kesalahan fatal yang dilakukan oleh pihak M. Djamil," katanya.

Selain itu, Nuri menyebutkan bahwa hal lainnya yang sangat krusial terjadi dalam penanganan anaknya oleh pihak M. Djamil berkaitan dengan pemasangan infus.

"Dalam pandangan kami, mereka melakukan pemasangan infus itu asal-asalan. Sehingga tidak ada tempat lagi di bagian vena Alceo untuk dipasangi infus," katanya.

Menurutnya, 4,5 jam terakhir sebelum melakukan operasi, keadaan sang anak sudah memburuk dan pihak rumah sakit tidak memberikan NGT (saluran tempat memasukkan makanan bagi anak-anak) untuk anaknya.

"Kami juga sempat berdebat soal NGT ini. Saat masih di IGD, kami dijanjikan akan dipasangkan NGT saat akan memasuki ruang operasi dan sudah dibius," katanya.

Namun, saat sang anak keluar dari ruang operasi, ia tidak melihat adanya NGT yang dipasangkan. Bahkan, ia menduga anaknya tidak dibius saat melakukan operasi. Karena keadaan anaknya yang menangis menahan sakit saat keluar ruang operasi.

"Saat keluar dari ruangan operasi itu, gula darah Alceo berada pada angka 25 dan kalau mereka memberikan NGT, tentunya gula darah Alceo tidak serendah itu," katanya.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang dianggap tidak sesuai dilakukan dalam penanganan terhadap bayi yang mengalami luka bakar oleh pihak RSUP M. Djamil Padang.

3. Sudah terima laporan

Doris sedang diperiksa oleh petugas SPKT Mapolda Sumbar (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Doris sedang diperiksa oleh petugas SPKT Mapolda Sumbar (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan soal meninggalnya bayi berusia 14 bulan tersebut.

"Laporan sudah kami terima, dengan terlapor adalah pihak RSUP M. Djamil Padang, dan penyidik masih mendalami soal laporan tersebut," katanya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan informasi untuk lanjutan penyelidikan jika nantinya telah selesai dilakukan pemeriksaan terhadap pihak RSUP M. Djamil Padang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More