Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Mengurangi Paparan Kabut Asap saat Beraktivitas di Luar Ruangan
ilustrasi kualitas udara yang buruk (magnific.com/jcomp)
  • Periksa indeks kualitas udara sebelum keluar; saat kondisi buruk, tunda kegiatan nonmendesak atau pindahkan aktivitas ke dalam ruangan untuk mengurangi durasi paparan polutan.
  • Jika harus beraktivitas di luar, gunakan respirator seperti N95 yang terpasang rapat, batasi waktu di luar, serta pilih waktu dan rute yang jauh dari sumber asap.
  • Segera cari udara lebih bersih bila mata perih, tenggorokan gatal, batuk, atau napas berat; cari pertolongan medis untuk sesak berat, nyeri dada, kebingungan, atau keluhan menetap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat kabut asap mulai menyelimuti udara, aktivitas sederhana seperti berangkat kerja, kuliah, olahraga, atau sekadar membeli makanan bisa terasa lebih gak nyaman. Bau asap, tenggorokan yang terasa gatal, hingga udara yang tampak keruh bikin kita jadi berpikir dua kali sebelum keluar rumah.

Tapi kalau memang harus tetap beraktivitas di luar ruangan, bagaimana cara mengurangi paparan kabut asap tanpa harus terus-terusan mengurung diri di rumah?

Kabut asap bisa membawa partikel halus dan polutan yang ikut terhirup saat kita bernapas, apalagi kalau cukup lama beraktivitas di luar ruangan. Supaya paparan gak terlalu banyak, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan, mulai dari mengecek kondisi udara hingga menggunakan perlindungan yang sesuai.

Nah, kalau memang harus keluar saat kabut asap melanda, yuk simak cara praktis agar aktivitas tetap berjalan dengan lebih aman dan nyaman!

1. Cek kualitas udara sebelum keluar rumah

ilustrasi menghirup udara segar (freepik.com/jcomp)

Kadang kita langsung pergi untuk bekerja, kuliah, atau olahraga tanpa memperhatikan kualitas udara di luar. Sebenarnya, saat kabut asap sangat tebal, konsentrasi partikulat di udara dapat bertambah dan meningkatkan risiko paparan. Ini bisa dirasakan melalui penglihatan yang terganggu, aroma asap yang menyengat, atau sensasi perih di mata dan tenggorokan.

Oleh karena itu, memeriksa indeks kualitas udara sebelum melakukan aktivitas bisa sangat membantu dalam menentukan apakah harus menunda atau mengurangi kegiatan di luar. Saat kualitas udara sedang buruk, lebih baik pilih aktivitas di dalam ruangan atau tunda kegiatan yang tidak mendesak.

Tindakan sederhana ini sangat efektif untuk membantu mengurangi durasi tubuh terpapar udara yang tercemar.

2. Gunakan masker yang mampu menyaring partikel

ilustrasi masker medis (magnific.com/azerbaijan_stockers)

Menggunakan masker saat terjadi kabut asap mungkin sudah menjadi kebiasaan, namun jenis masker yang digunakan juga harus diperhatikan. Masker respirator seperti N95 yang dipasang dengan baik mampu menyaring partikel halus dari udara yang dihirup.

Sebaliknya, masker yang longgar atau memiliki terlalu banyak celah tidak memberikan perlindungan yang optimal terhadap partikulat.

Pastikan masker menutupi hidung dan mulut dengan rapat, terutama ketika kamu harus berada di luar dalam waktu lama. Jika masker sudah kotor, rusak, atau sulit untuk bernapas dengan nyaman, sebaiknya ganti sesuai petunjuk pemakaian. Jadi, bukan sekadar mengenakan masker, tetapi juga memilih dan menggunakan dengan cara yang benar, ya.

3. Kurangi waktu berada di luar saat udara buruk

ilustrasi membaca majalah (pexels.com/Pixabay)

Harus keluar rumah bukan berarti kamu perlu berlama-lama di tengah kabut asap. Semakin lama kamu berada di lingkungan dengan udara yang tidak sehat, semakin tinggi risiko tubuh terpapar polutan yang ada. Oleh karena itu, usahakan untuk menyelesaikan kegiatan di luar yang penting saja dan hindari aktivitas tambahan seperti bersosialisasi atau olahraga di luar saat kabut sedang tebal.

Contohnya, jika biasanya kamu berjalan jauh untuk membeli makanan, pertimbangkan untuk menggunakan layanan antar atau meminta bantuan dari anggota keluarga saat kualitas udara sedang buruk. Pilihan sederhana tersebut dapat membantu mengurangi durasi paparan tanpa mengganggu kebutuhan sehari-hari. Jika kegiatan memang tidak bisa ditunda, pastikan untuk kembali ke tempat dengan kualitas udara yang lebih baik segera setelah urusan selesai.

4. Pilih waktu dan rute yang lebih aman

ilustrasi menyetir mobil (freepik.com/pvproductions)

Rute yang biasa kamu lewati setiap hari belum tentu terbaik saat kabut asap datang. Lokasi dekat jalan utama yang ramai, tempat pembakaran, atau wilayah dengan asap yang jelas terlihat sebaiknya dihindari karena risiko paparan bisa lebih tinggi. Jika memungkinkan, ambil rute yang lebih jauh dari sumber asap dan memiliki ruang yang lebih terbuka.

Waktu untuk beraktivitas juga bisa disesuaikan dengan informasi mengenai kualitas udara setempat agar kamu tidak keluar saat kondisi sedang buruk. Meskipun cara ini tidak sepenuhnya menghilangkan paparan, langkah ini dapat membantu menguranginya. Jadi, sebelum berangkat, periksa keadaan udara dan pertimbangkan jalur yang akan kamu lewati.

5. Segera kurangi paparan jika tubuh mulai bereaksi

ilustrasi batuk (magnific.com/8photo)

Tubuh biasanya punya cara sendiri untuk memberi tahu kalau udara yang kita hirup mulai terasa gak nyaman, misalnya mata perih, tenggorokan gatal, batuk, atau napas yang terasa lebih berat. Kalau sudah muncul tanda-tanda seperti ini, jangan dipaksakan hanya karena urusan di luar belum selesai. Sebaiknya segera cari tempat dengan udara yang lebih bersih dan kurangi aktivitas fisik, apalagi kalau keluhannya mulai makin terasa.

Setelah berada di dalam ruangan, pastikan udara tetap bersih dengan menutup jendela ketika kualitas udara luar sedang buruk dan menghindari sumber asap tambahan. Jika muncul sesak napas berat, nyeri dada, kebingungan, atau keluhan yang tidak membaik, segera cari pertolongan medis. Intinya, dengarkan kondisi tubuh karena menjaga diri tetap aman jauh lebih penting daripada memaksakan aktivitas sampai selesai.

Mengurangi paparan kabut asap bisa dimulai dari hal sederhana, seperti mengecek kualitas udara, memakai masker yang sesuai, dan membatasi waktu di luar ruangan. Memilih rute yang lebih aman serta peka terhadap sinyal tubuh juga penting supaya paparan polutan gak semakin banyak. Jadi, kalau kabut asap sedang pekat, gak ada salahnya lebih selektif menentukan kapan dan bagaimana kamu beraktivitas di luar, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article