1 Tahun Dibangun, Kopdes Merah Putih Palembang Terkendala Administrasi

- Kopdes Merah Putih di Sako Palembang terkendala izin PBG meski bangunan sudah selesai dan sempat beroperasi terbatas selama setahun terakhir.
- Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari meninjau lokasi bersama Wali Kota Palembang, mendengar keluhan warga soal harga minyak goreng, serta menargetkan penyelesaian administrasi akhir April 2026.
- Ratu Dewa menyebut kunjungan juga dilakukan ke dua gerai koperasi lain untuk mengecek prosedur perizinan dan operasional, dengan rencana tindak lanjut lintas sektor guna memperkuat ekonomi masyarakat.
Palembang, IDN Times - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kelurahan Sialang, Kecamatan Sako, Palembang, masih mengalami kendala administrasi, termasuk perizinan seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), meski sudah setahun dibangun.
"Secara bangunan sudah selesai dan sebenarnya koperasi ini sudah layak operasional. Bahkan, sudah aktif melayani masyarakat sejak satu tahun lalu, meskipun masih terbatas," ujar Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari dikutip dalam siaran pers yang diterima, Jumat (10/4/2026).
1. Janjikan kelengkapan operasional Kopdes rampung akhir April 2026

Akibat kendala administrasi PBG, Kopdes Merah Putih di Sako, Palembang belum bisa beroperasi secara optimal. Sehingga, proses perlengkapan barang masuk ke koperasi juga harus menunggu semua urusan administrasi kelar.
Qodari menyampaikan, berdasarkan informasi dari tim Agrinas Pangan, proses pelengkapan ditargetkan rampung akhir April 2026. Sementara, produk yang akan dipasarkan lewat koperasi direncanakan tersedia pada Juni mendatang.
"Kita akan carikan solusi agar semua proses bisa selesai secepatnya. Minimal satu tahapan sudah selesai, sementara administrasi lainnya akan menyusul,” kata dia.
2. Warga harap harga minyak goreng di kopdes lebih terjangkau

Diketahui sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, didampingi Wali Kota Palembang melakukan peninjauan Kopdes Merah Putih di Sako pada 9 April 2026. Dalam kunjungan, Qodari juga menerima keluhan soal harga minyak goreng yang tinggi.
Ia juga mendapatkan saran dari masyarakat sekitar, agar penjualan minyak goreng di Kopdes Merah Putih Sako nantinya bisa dijual dengan harga terjangkau dan lebih rendah dari nilai pasar.
"Ada harapan dari masyarakat agar harga beras dan minyak goreng bisa lebih murah. Ini akan kita cek lebih lanjut karena berkaitan dengan Agrinas Pangan," jelasnya.
3. Pemerintah mulai cek kesiapan dan mekanisme pengadaan barang di kopdes

Sementara kata Ratu Dewa, selain mengunjungi Kopdes Merah Putih di Sako yang telah terbangun, dirinya dan tim sekaligus jajaran staf presiden juga menyambangi dua lokasi gerai koperasi di Kelurahan Sialang dan Kelurahan Talang Jambi .
“Banyak hal yang dicek, mulai dari mekanisme, prosedur perizinan, hingga standar operasional seperti stok barang dan waktu operasional,” katanya.
Menurut Dewa, sejumlah aspirasi juga disampaikan oleh para pengurus koperasi saat kunjungan, salah satunya soal teknis pelaksanaan di lapangan. Ke depan, lanjut dia, Pemkot akan menindaklanjuti hasil kunjungan melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah provinsi, instansi vertikal, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.
"Program Koperasi Merah Putih diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan dan jadi wadah pemberdayaan ekonomi berbasis kerakyatan di Palembang," jelasnya.


















