1.359 Rumah di OKU Timur Terendam Banjir, Sawah Terancam Gagal Panen

- 1. Sebanyak 1.359 rumah dari 23 desa di 4 kecamatan terendam banjir sejak Kamis (8/1/2026) di OKU Timur.
- 2. Kondisi tanaman padi bervariasi, petani masih dalam masa panen, baru tanam, atau sudah selesai panen.
- 3. Dinas Pertanian OKU Timur terus lakukan pendataan dan siapkan bantuan ke petani yang terdampak banjir.
Ogan Komering Ulu Timur, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur melaporkan sebanyak 1.359 rumah dari 23 desa di 4 kecamatan terendam banjir sejak Kamis (8/1/2026).
Selain merendam ribuan rumah dan akses jalan, banjir kali ini juga berdampak pada areal persawahan di Kecamatan Belitang III. Diperkirakan sebagian besar sawah yang tersebar di kecamatan OKU Timur terkena terjangan luapan air sungai Muara Balak. Rata-rata berusia 10 sampai 30 hari masa tanam, bahkan ada juga yang baru sudah dipupuk dengan masa tanam 15 hari.
1.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan, untuk di Belitang II, banjir terjadi di 8 desa, Belitang III 6 desa, Semendawai Suku III di 4 desa, dan Belitang Mulya di 5 desa.
"Banjir di Kecamatan Belitang II paling banyak terdampak rumah terendam, yakni 871 unit. Rinciannya di Desa Tanjung Muning 8 unit, Sumber Makmur 7 unit, Tegal Besar 13 unit, Raman Jaya 241 unit, Kemuning Jaya 39 unit, Keli Rejo 50 unit, Batu Mas 226 unit, dan Bangun Rejo 287 unit," ujarnya Sabtu (10/1/2026).
Selanjutnya di Kecamatan Belitang III, total rumah terendam 101 unit. Yakni di Desa Nusa Jaya 52 unit, Nusa Bali 4 unit, Nusa Tenggara 12 unit, Senu Marga 12 unit, Karang Sari 6 unit, dan Ringin Sari 15 unit. Lalu Kecamatan Semendawai Suku III total rumah terendam 261 unit, yakni di Desa Taman Harjo 61 unit, Cahyanegeri 84 unit, Gunung Sugih 111 unit, Kerujon 5 unit.
Kemudian di Kecamatan Belitang Mulya total rumah terendam 126 unit, yakni di Desa Sukoharjo 6 unit, Tulung Sari 10 unit, Ulak Buntar 18 unit, Purwodadi 84 unit, dan Rejosari 8 unit.
"Kondisi saat ini banjir sudah berangsur surut dan ada juga sebagian yang masih tergenang. Bantuan juga secara bertahap telah disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak," terang Sudirman.
2. Kondisi tanaman padi di OKU Timur saat ini bervariasi

Sekretaris Dinas Pertanian OKU Timur, Niswaturrohmah mengatakan, pihaknya saat ini tengah mendata berapa jumlah areal persawahan yang terdampak banjir dari seluruh kecamatan secara rutin.
“Curah hujan yang tinggi berpotensi menyebabkan banjir dan serangan organisme pengganggu tanaman, sehingga dapat berdampak pada penurunan produksi pangan,” ucapnya.
Sejak November lalu, kata Niswaturrohmah, Dinas Pertanian telah menginstruksikan Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta ketua dan anggota Gapoktan dan Poktan se-Kabupaten OKU Timur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem.
"Kondisi tanaman padi di OKU Timur saat ini bervariasi. Sebagian petani masih dalam masa panen, sebagian baru tanam, dan sebagian lainnya sudah selesai panen. Banyak yang tanam bulan September sehingga panen Desember, tapi ada juga yang tanam Oktober sampai Desember,” terang Niswaturrohmah.
3. Dinas Pertanian OKU Timur terus lakukan pendataan dan siapkan bantuan ke petani

Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian OKU Timur, Andri Irawan, mengakui adanya lahan pertanian yang terendam banjir, terutama di wilayah Kecamatan Belitang III. Namun hingga kini belum ada angka pasti berapa luasan lahan terdampak.
“Lahan yang terendam tentu ada, tetapi kami perlu memastikan apakah lahan tersebut sudah ditanami atau belum,” ungkapnya.
Andri menegaskan, Pemkan OKU Timur akan mengambil langkah penanganan terhadap lahan pertanian yang terdampak banjir, termasuk kemungkinan pemberian bantuan kepada petani.
“Nanti akan kami tentukan langkah apa yang paling tepat, termasuk bantuan apa yang bisa diberikan kepada petani,” ucapnya.

















