Jemaah Haji embarkasi Padang menaiki pesawat untuk melakukan perjalanan Haji 2026 (Foto: Kemenhaj Sumbar)
Setelah proses pelimpahan dimulai, mereka dihadapkan pada kenyataan lain. Biaya pelunasan yang harus segera disiapkan.
Saat itu, Dona dan keluarganya belum memiliki gambaran dari mana dana pelunasan akan diperoleh. Bahkan di awal, mereka sempat berpikir hanya satu orang yang akan berangkat lebih dulu.
“Kami sempat berpikir mungkin hanya satu orang yang bisa berangkat karena biaya pelunasan belum jelas. Tapi kami tetap berusaha dan berdoa,” kenangnya.
Harapan itu kemudian tumbuh dari kebun yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga.
Sejak orangtua meninggal dunia, sang kakak memilih melanjutkan usaha keluarga dengan mengelola kebun jeruk dan sawah di kampung halaman mereka di Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota. Tak ada yang menyangka, menjelang masa pelunasan haji, hasil panen justru datang melebihi perkiraan.
Awalnya keluarga hanya memperkirakan hasil panen sekitar 500 kilogram. Namun ketika musim panen tiba, hasil yang diperoleh mencapai dua hingga tiga kali lipat dari perkiraan semula.
Bagi keluarga itu, panen tersebut bukan sekadar hasil kerja pertanian. Panen itu menjadi jalan yang membuka kesempatan bagi dua bersaudara tersebut untuk melunasi biaya haji dan berangkat bersama menggantikan kedua orangtua mereka.
“Alhamdulillah, kami diberi rezeki oleh Allah. Dari hasil kebun itulah pelunasan bisa dilakukan,” katanya.