Tulung Selapan Diguncang Gempa, BPBD Sebut Tak Ada Potensi Tsunami

- Getaran gempa paling dirasakan warga di Desa Toman dan beberapa wilayah sekitarnya
- Tidak ada korban jiwa dan kerusakan material
- Meski keadaan terkendali, masyarakat diminta waspada
Ogan Komering Ilir, IDN Times - Warga di Desa Toman, Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sempat merasakan gempa berkekuatan magnitudo 4,4 pada Minggu (4/1/2026) sekira pukul 03.10 WIB. Sejumlah warga desa tersebut cukup merasakan getaran dalam hitungan detik.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada di 38 kilometer timur laut Kabupaten OKI. Gempa terjadi pada koordinat 3,30 lintang selatan dan 105,53 bujur timur dengan kedalaman 17 kilometer.
1. Getaran paling dirasakan warga Desa Toman dan beberapa wilayah sekitarnya

Kendati demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Namun masyarakat tetap diimbau waspada mengingat saat ini masih dalam kondisi cuaca ekstrem dan musim hujan.
"Getaran gempa paling dirasakan warga di Desa Toman dan beberapa wilayah sekitarnya. Getarannya singkat dan tidak menimbulkan dampak kerusakan," ujarnya.
2. Tidak ada korban jiwa dan kerusakan material

Berdasarkan analisis sementara dan informasi dari BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Oleh karena itu, pihaknya meminta masyarakat tidak panik berlebihan.
"Sejauh ini tidak ditemukan korban jiwa maupun kerusakan material. Gempa ini cukup mengejutkan karena jarang terjadi di wilayah tersebut," jelas Nova.
3. Situasi terkendali, masyarakat diminta waspada

Pihaknya telah melakukan pemantauan cepat di lapangan untuk memastikan dampak guncangan. Meski situasi terkendali, BPBD OKI tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat Tulung Selapan merupakan wilayah pesisir yang didominasi perairan dan berpotensi terdampak jika terjadi gempa susulan.
"Selain memantau aktivitas gempa, BPBD OKI saat ini masih berada dalam status siaga terhadap potensi bencana lain, khususnya banjir dan longsor yang rawan di musim hujan," ungkapnya.



















