Sumsel Waspada Cuaca Ekstrem, Ini Langkah Antisipasi Jelang Nataru

- BPBD Sumsel memetakan wilayah rawan dan berkoordinasi dengan BMKG untuk memberi peringatan cuaca ekstrem pada masyarakat, terutama mereka yang berwisata.
- Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat musim hujan, khususnya di daerah dataran tinggi yang rawan longsor maupun aliran sungai.
- Waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, BPBD menyiapkan 1.200 personel untuk kesiapsiagaan bencana.
Palembang, IDN Times - Memasuki musim liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel memetakan beberapa wilayah rawan utamanya di daerah dengan potensi wisata. Kondisi cuaca ekstream disinyalir harus diantisipasi masyarakat untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan terjadi.
"Memasuki akhir tahun memang kondisi cuaca ekstrem cukup tinggi. BPBD Sumsel selalu berkoordinasi bersama BMKG terkait kondisi cuaca untuk memberi peringatan diri bagi masyarakat, Khususnya mereka yang berwisata," ungkap Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman kepada IDN Times, Jumat (20/12/2024).
1. Petakan tempat wisata yang masuk dalam wilayah rawan

Sudirman menjelaskan, saat ini BPBD Sumsel telah melakukan koordinsi dengan BPBD Kabupaten dan kota terkait pemantauan objek wisata saat nataru. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah saat musim hujan, khususnya mereka yang berpergian ke wilayah dataran tinggi yang rawan longsor maupun beraktivitas di aliran sungai.
"Kita memastikan koordinasi ini dengan semua pihak, termasuk polisi. Terutama di objek vital dan saat puncak nataru. Adapun BPBD Sumsel menyiapkan posko terpadu di objek vital yang dilalui masyarakat sehingga tim terpadu dapat melaporkan gangguan baik alam maupun non alam," jelas dia.
Dalam menghadapi puncak musim hujan, BPBD Sumsel meminta masyarakat waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Menurutnya, sudah ada lima daerah di Sumsel yang telah menetapkan status siaga darurat.
"Prabumulih, Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, Ogan Komering Ulu (OKU) dan OKU Timur yang telah menetapkan status siaga darurat," jelas dia.
2. Sepuluh daerah di Sumsel masuk kategori rawan bencana

Senada, Plt Kalaksa BPBD Sumsel, Aksoni menyebutkan ada total 10 daerah rawan di Sumsel seperti OKU Selatan, Empat Lawang, Muara Enim, Lahat, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Muratara, Muba, Prabumulih dan Banyuasin.
"Wilayah rawan bencana banjir dan longsor umumnya terjadi di dataran tinggi dan sungai," jelas dia.
Pihaknya telah menyiapkan 1.200 personel untuk kesiapsiagaan bencana. Mereka disiapkan untuk mengantisipasi penyelamatan ketika terjadi bencana.
"Ketika terjadi bencana, kita harapkan personel sudah di lokasi dalam 2 jam sesuai SOP," jeas dia.
3. Tim SAR upayakan lakukan gerak cepat penanganan bencana

Sementara itu, Kepala SAR Palembang, Raymond Konstantin mengatakan, ada 81 personel Basarnas yang diterjunkan untuk mengantisipasi bencana alam selama Nataru 2025/2025. Kegiatan SAR khusus akan berlangsung selama 19 hari sejak 18 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025.
"Tujuan dari pelaksanaan siaga SAR khusus ini adalah untuk mewujudkan layanan jasa Pencarian dan Pertolongan (SAR) yang cepat, tepat," ungkap Raymond.
4. Tempat wisata masuk dalam pengawasan Basarnas Palembang

Para personel Basarnas akan diterjunkan ke sejumlah wilayah rawan di Sumsel mulai dari, bergabung ke posko terpadu serta melakukan pemantauan di pelabuhan, tempat wisata jalan tol hingga terminal. Mereka diminta untuk melakukan pengecekan perlengkaran SAR dalam menunjang tugas penyelematan.
"Optimalkan penggunaan sarana dan prasarana, utamakan keselamatan, jaga kesehatan serta tetap semangat dan jangan lupa selalu berdo'a dalam setiap menjalankan tugas," jelas dia.


















