Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rumah Pribadi Otak Pembunuhan Anggota Koperasi di Palembang Disegel
Rumah terduga pelaku pembunuhan di Maskarebet (Dok: istimewa)
  • Polisi memasang garis polisi di rumah pelaku pembunuhan anggota koperasi dan Debt Collector di Palembang.
  • Rumah terduga pelaku Antoni tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga sekitar, meski memiliki usaha di distro yang mereka jaga sendiri.
  • Pemilik Distro 'Anti Mahal' bernama Antoni diduga sakit hati lantaran ditagih utang dan perkara bunga pinjaman di Koperasi Rizki Mandiri terlalu besar, sehingga melakukan pembunuhan bersama adik iparnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Tim Satreskrim Polrestabes Palembang memasang garis polisi di rumah pelaku pembunuhan anggota koperasi yang juga Debt Collector di Palembang. Rumah di kawasan Alang-Alang Lebar (AAL) milik otak pelaku pembunuhan bernama Antoni tersebut didatangi oleh polisi untuk mencari keberadaannya.

Dari keterangan warga setempat, dalam beberapa hari terakhir banyak orang lalu lalang memantau dan mendatangi rumah pelaku. Namun rumah itu diduga sudah kosong sejak beberapa waktu terakhir.

"Banyak juga yang datang ke rumah itu. Saya tidak tahu tujuannya, mungkin polisi yang ingin mencari tahu keberadaan pemilik rumah," ungkap warga setempat.

1. Pemilik rumah dikenal jarang bergaul

Rumah terduga pelaku pembunuhan di Maskarebet (Dok: istimewa)

Rumah terduga pelaku Antoni tersebut berada tak jauh dari lokasi ruko tempat pelaku berdagang di kawasan Pasar Maskarebet. Selain tertutup, warga mengaku jarang berinteraksi dengan pemilik rumah.

"Pemilik rumah orangnya tertutup, mereka tinggal berdua sebagai suami istri. Mereka memiliki usaha di distro yang mereka jaga sendiri," beber dia.

2. Polisi sebut ada tiga pelaku pembunuhan

TKP pembunuhan di Palembang (Dok: istimewa)

Diberitakan sebelumnya, pemilik Distro 'Anti Mahal' bernama Antoni diduga sakit hati lantaran ditagih utang dan perkara bunga pinjaman di Koperasi Rizki Mandiri terlalu besar.

Hal ini yang membuat Antoni bersama adik iparnya bernama Kalf melakukan pembunuhan. Kedua pelaku mengajak tersangka Pongky untuk melakukan eksekusi.

"Untuk sementara motifnya karena bunga yang sangat tinggi dalam peminjaman menjadi latar belakang peristiwa ini," ungkap Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono

3. Motif bunga peminjaman jadi penyebab korban dibunuh

Foto korban Anton semasa hidup (Dok: istimewa)

Harryo menyebutkan, jika pelaku Antoni awalnya ingin melakukan peminjaman kembali namun keduanya berdebat lantaran bunga pinjaman yang ditawarkan terlalu tinggi. Hal itu membuat para pelaku melancarkan aksinya menyerang korban secara bersamaan.

"Antoni dan korban sempat berdebat masalah bunga yang terlalu tinggi itu," jelas dia.

Editorial Team

Related Article