Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polisi Tewas Luka Tembak di Kepala Dikebumikan Tanpa Prosesi Kedinasan
(Pihak Polres Musi Rawas saat menyerahkan jenazah Aipda Paimbonan kepada pihak keluarga) IDN Times/istimewa

Musi Banyuasin, IDN Times - Rumah duka jenazah Aipda Paimbonan di Desa Lumpatan, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), terus didatangi para pelayat. Kematian anggota Polres Musi Rawas yang tak wajar ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga.

Meski keluarga menyatakan ikhlas, namun pihak kepolisian masih menyelidiki misteri tewasnya Aipda Paimbonan. Ia ditemukan meninggal dengan luka tempat di bagian kepala. Jenazahnya ditemukan di dalam mobil pada Kamis (15/6/2023) pagi.

Pemakaman Aipda Paimbonan digelar pada Jumat (16/6/2023) pukul 10.00 WIB. Namun lazimmya anggota Polri yang meninggal, Apel Persada dilaksanakan secara resmi untuk menghormati almarhum. Tidak demikian dengan Aipda Paimbonan tanpa prosesi kedinasan.

1. Pihak keluarga sudah ikhlas dan tak menuntut keadilan

(Jenazah Aipda Paimbonan saat diserahkan ke pihak keluarga di rumah duka desa Lumpatan Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin) IDN Times/istimewa

Kades Lumpatan, Agus Kurniawan mengatakan, almarhum meninggalkan seorang istri dan empat orang anak. Ia menambahkan, sejauh ini pihak keluarga belum menuntut keadilan atas kematian korban. Bahkan keluarga dengan bersabar dan ikhlas menerima kematian korban.

"Sudah tiga tahun terakhir ini almarhum bersama anak istrinya tinggal di Lubuk Linggau. Kalau di Sekayu ini rumah orangtuanya. Biar pihak kepolisian yang mengusut kasus ini, yang jelas selama ini almarhum sosok yang tidak banyak ulah," jelasnya.

2. Ayah korban sebut anaknya polisi berprestasi

(Jasad Aipda Paimbonan saat Dikebumikan di Kampung Halaman Sekayu) IDN Times/istimewa

Pihak keluarga belum bisa memberi keterangan usai pemakaman. Orangtua Aipda Paimbonan, Umardin, masih menyambut beberapa pelayat yang datang ke rumah duka. Sebelumnya, Umardin sempat memuji anaknya karena kepintaran sewaktu mengenyam bangku pendidikan SMA.

"Saya bangga anakku masuk polisi dan pernah jadi ajudan, berarti menjadi polisi terbaik. Nasib kita tidak tahu ke depannya," ujarnya saat menerima penyerahan jenazah dari Polres Mura ada Kamis (15/6/2023) malam.

3. Upacara kedinasan tak digelar karena kematian tak wajar

Ilustrasi korban di rawat petugas medis (IDN Times/Sukma Shakti)

Kasi Provos Polres Mura, Iptu Susilo mengatakan, pihaknya dari Polres Mura telah hadir secara langsung mengantar jenazah Aipda Paimbonan dari Mura. Mengenai proses pemulasaran telah dilakukan oleh Rumah Sakit Siti Aisyah.

"Pimpinan telah juga berkoordinasi dengan Polres Muba. Karena kejadian ini di luar nalar, keluarga dipersilahkan mengebumikan jenazah. Tidak dilakukan upacara secara kedinasan," tutupnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article