Petani Sawit di Muara Enim Tewas Tersambar Petir Saat Berteduh

Palembang, IDN Times - Seorang petani sawit bernama Syamsul Bahri (66) di Muara Enim, Sumatra Selatan (Sumsel), meninggal dunia karena tersambar petir saat berteduh di dalam pondokan, Minggu (5/11/2023).
Saat kejadian, korban sedang bersama istrinya Parsiah (58) di dalam pondok. Namun suara petir membuat korban kaget dan penyakit jantungnya kumat.
"Waktu berteduh itu ada dua kali suara petir bedentum kuat sekali, suami saya terkejut dan penyakit jantungnya kumat. Kemudian, suara petir kedua membuat suami saya jatuh setelah itu meninggal," ungkap Parsiah, (6/11/2023).
1. Petir menyambar pondok

Parsiah bercerita, awalnya ia bersama suami sedang membersihkan kebun. Langit tiba-tiba gelap dan hujan, lalu Parsiah mengajak sang suami pulang. Belum sempat meninggalkan kebun sawit, hujan lebih turun di lokasi.
"Petirnya juga menyambar ke pondok," ujar dia.
2. Korban terbakar kaki hingga paha

Parsiah kaget karena pondok tersambar petir, dan ia mencoba membopong tubuh Syamsul. Namun karena tak kuat membawa suaminya, tubuh samsul pun terbakar.
"Bagian paha sampai kaki terbakar, setelah itu orang-orang baru datang menolong," jelas dia.
3. Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah

Kasi Humas Polres Muara Enim, AKP RTM Situmorang, mengakui kejadian tersebut. Ia mengaku sempat datang ke lokasi tempat Syamsul tewas, dan melihat pondok tempat korban berteduh sudah hangus terbakar.
"Kejadiannya itu kemarin, korban meninggal karena penyakit jantungnya kambuh akibat mendengar suara petir. Pondok tempat korban berteduh juga memang terbakar," jelas dia.
Pihak keluarga pun telah mengiklaskan kejadian ini dan menganggapnya sebagai musibah. "Korban sudah dimakamkan," tutup dia.




















