Pemkot Palembang Antisipasi Banjir di 42 Area di 3 Sub DAS

Palembang,IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memetakan lokasi dan area rawan genangan air mengantisipasi bencana banjir terjadi akhir 2024. Itu lantaran, saat hujan intesitas sedang hingga deras mengguyur Kota Pempek.
"Ada 42 kawasan menjadi konsentrasi kami di jalan protokol dan kawasan pemukiman masyarakat. Seperti Simpang Polda, MP Mangkunegara, dan beberapa kawasan lainnya," kata Kepala Bidang Sumber Daya Air, Irigasi dan Limbah (SDA IL) Dinas PUPR, RA Marlina Sylvia, Kamis (12/12/2024).
1. Banjir di Palembang akibat persoalan makro dan mikro

Selain kawasan rawan banjir jadi fokus Pemkot Palembang lanjutnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang juga memerhatikan sedimentasi di tiga sub Daerah Aliran Sungai (DAS). Menurut Marlina, banjir disebabkan persoalan mikro dan makro.
"Persoalan mikro seperti sedimentasi drainase, ini yang tidak lupa kita lakukan selain ada persoalan mikro yang masih jadi PR," jelasnya.
2. Penyumbatan anak sungai di Palembang berakibat banjir di kawasan sub DAS

Ia mengatakan, persoalan makro sebagai pekerjaan rumah PUPR Palembang terjadi karena sumbatan panjang di anak-anak sungai seperti Sungai Bendung. Kawasan itu berada di titik Sub DAS paling kritis dan Sub DAS di anak Sungai Buah dan Sub DAS kawasan Sungai Sekanak.
"Terjadi penyumbatan cukup panjang di anak-anak sungai, persoalan lainnya rata-rata ukuran sungainya mengecil, ukurannya ada yang tinggal 2 meter saja. Ini menjadi PR infrastruktur yang harus dituntaskan," kata Marlina
3. Sampah di aliran drainase sebabkan banjir Palembang

Penyebab banjir di Palembang juga akibat penyempitan ruang air dikarenakan sedimentasi dan sampah. Setiap melakukan pengerukan, sampah selalu jadi bagian sedimentasi drainase dan sungai.
"Pengerukan sedimentasi tergantung sedimentasi yang masuk ke aliran air, bisa 3, 6 bulan atau setahun sekali. Tapi jika ditambah masalah sampah yang ikut masuk ke aliran air, ini yang tidak bisa diprediksi pembersihannya berapa kali, harus sesering mungkin," jelas dia.
Untuk itu menurut Marlina, masyarakat harus diedukasi untuk tidak membuang sampah sembarang apalagi ke drainase dan anak sungai dan kehadiran komunitas peduli banjir diharapkan bisa menginformasikan kepada masyarakat terkait masalah ini.


















