Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pelaku Pembunuh Besannya Sendiri Asal Musi Rawas Ditangkap di Bengkulu

Pelaku Pembunuh Besannya Sendiri Asal Musi Rawas Ditangkap di Bengkulu
IDN Times
Intinya Sih
  • Pelaku pembunuhan Masuri berhasil ditangkap di Rejang Lebong, Bengkulu setelah kabur dari Musi Rawas.
  • Tersangka berpindah-pindah lokasi hingga polisi kesulitan menangkapnya karena medan pegunungan dan perbukitan di daerah tersebut.
  • Pembunuhan terjadi akibat cekcok permasalahan cucu antara korban Mandra dengan menantunya, yang berujung pada penusukan menggunakan pisau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Musi Rawas, IDN Times - Pelaku pembunuhan bernama Masuri asal Musi Rawas dibekuk aparat kepolisian dari Satreskrim Polres Musi Rawas (Mura). Pelaku kabur usai membunuh besannya sendiri Herman alias Mandra (47). Tersangka ditangkap dalam pelariannya ke Rejang Lebong, Bengkulu, Minggu (24/12/2023).

"Benar tersangka sudah kita amankan," ungkap Kapolres Mura, AKBP Danu Agus Purnomo, Senin (25/12/2023).

1. Tersangka utama berpindah-pindah tempat

Pembunuhan Mandra di Musi Rawas (Dok: Polres Mura)
Pembunuhan Mandra di Musi Rawas (Dok: Polres Mura)

Usai pembunuhan tersangka berpindah-pindah lokasi hingga polisi sempat kesulitan melakukan penangkapan. Kasatreskrim Polres Mura, AKP Herman Junaidi membenarkan penangkapan itu.

Tersangka berpindah dari rumah ke rumah keluarganya mulai dari Musi Rawas, Curup, hingga Rejang Lebong. Petugas sempat kesulitan karena sempat kehilangan jejak dan medan pegunungan serta perbukitan di sana.

"Anggota langsung gerak cepat sehingga pelaku dengan mudah dirinya ditangkap tanpa perlawanan," jelas dia.

2. Kasus ini bermula dari cekcok masalah cucu

(Ilustrasi DPO) IDN Times/istimewa
(Ilustrasi DPO) IDN Times/istimewa

Kasus duel berdarah tersebut terjadi Sabtu (23/12/2023) sekitar pukul 10.00 WIB di rumah korban Mandra. Berawal dari cekcok permasalahan cucu, Masuri lantas membunuh korban menggunakan senjata tajam jenis pisau. Korban ditusuk di bagian leher dan perut.

"Korban meninggal di tempat. Jasadnya sudah kita evakuasi untuk dilakukan autopsi," ungkap Kapolsek Muara Beliti, Iptu Subardi.

3. Korban sempat serang menantunya dengan sajam

Ilustrasi TKP. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi TKP. (IDN Times/Aditya Pratama)

Cekcok diawali antara korban Mandra dengan menantunya berinisial RA (15). Korban sempat melarang cucunya yang baru berusia enam hari untuk dibawa keluar rumah.

RA awalnya bersama kakak perempuannya bernama Wiwin datang untuk membawa anaknya ke rumah orangtua mereka. Namun,l hal itu dilarang oleh korban.

"Saat ini RA sudah kita amankan. Sedangkan pelaku melarikan diri," ungkap dia.

Korban melarang cucunya dibawa karena permasalahan adat, karena belum ditepung (syukuran). Pelaku RA yang emosi melihat anaknya tak diizinkan dibawa ke rumah orangtuanya, lalu emosi memukul dan menendang korban.

Korban membalas dan mencabut pisau dan menusuk RA. Meski sempat terluka, RA pulang menceritakan kejadian yang dialami kepada Masuri ayah kandungnya.

"Masuri mendengar cerita itu lalu menemui korban sendirian. Namun belum sempat korban berbicara, pelaku langsung menusukkan sajam hingga korban terkapar," jelas dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deryardli Tiarhendi
Rangga Erfizal
Deryardli Tiarhendi
EditorDeryardli Tiarhendi

Latest News Sumatera Selatan

See More