Pasutri Tewas Dibunuh Anak Kandung, Pelaku Diketahui ODGJ

Musi Rawas, IDN Times - Warga Desa Kebur Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK), Kabupaten Musi Rawas (Mura), Sumsel, digegerkan dengan tewasnya pasangan suami dan istri (Pasutri) bernama Bastiyar (64) dan Sainona (60).
Kedua korban tewas dibunuh anak kandung sendiri. Warga menemukan keduanya sudah bersimbah darah di dalam rumahnya pada Jumat (5/1/2024) siang.
Korban Sainona ditemukan terkapar di dekat pintu, sementara suaminya berjarak hanya sekitar 3 meter. Keduanya tergeletak di lantai kayu rumah papan dengan bercak darah.
1. Sekdes benarkan pelaku mengalami ODGJ

Pelaku bersama Asep dan diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ). Hal ini dibenarkan Sekretaris Desa (Sekdes) Kebur, M Nuh, saat dikonfirmasi pada Jumat sore.
"Saya kurang mengetahui secara pasti kronologis kejadian tersebut. Sebab, baru mendapat informasi dari warga setelah melaksanakan salat Jumat," ujarnya.
Sedangkan pelakunya adalah anak kandung korban bernama Asep Gusti Randa, bujangan yang masih berusia 29 tahun.
2. Pelaku tidak pernah mengganggu orang

Saat disinggung soal gangguan jiwa yang dialami pelaku, M Nuh tak menepisnya dan membenarkan. Bahkan, pelaku sesekali juga kambuh.
"Sepertinya karena itu, sebab kadang-kadang normal dan kadang-kadang juga kumat. Tapi selama ini memang tidak mengganggu orang," jelasnya.
Nuh menambahkan, pelaku akan kambuh dengan sering berbicara sendiri dan bernyanyi. Pelaku mengalami gangguan setelah tamat SMA. Namun dia tak mengetahui secara pasti penyebabnya.
"Kalau kambuh sering ngomong sendiri, tidak ganggu orang, karena tidak ada laporan dari warga yang merasa diganggu," ungkapnya.
3. Pelaku santai merokok saat diborgol polisi

Sementara saat polisi datang, pelaku terlihat duduk santai sambil merokok dan menikmati secangkir kopi. Bahkan pelaku ikut menyalami petugas dan menyerahkan tangannya untuk diborgol.
Kasat Reskrim Polres Musi Rawas, AKP Herman Junaidi, membenarkan adanya kejadian tersebut dan pelaku pembunuhan sudah diamankan.
“Kami sedang melakukan olah TKP. Data selengkapnya, nanti akan disampaikan,” jelasnya.



















