Pasien Corona Dituduh Keluyuran ke Pasar, Keluarga: Itu Fitnah Besar

Palembang, IDN Times - Terkait informasi pasien 09 positif terjangkit virus corona yang sempat isolasi mandiri di Sumatera Selatan (Sumsel) keluyuran hingga ke pasar dari zona merah daerah asalnya Prabumulih. Pihak keluarga membantah kejadian tersebut.
Menurut anak pasien 09, yang juga merupakan pasien 10 positif corona. Kabar beredarnya pasien 09 berkeliaran di Prabumulih adalah salah. Kejadian sebenarnya yakni, pasien 09 memang betul pergi ke luar rumah tetapi sebelum dinyatakan positif corona.
"Ayah kami di infokan positif setelah melakukan test tanggal 2 April 2020. Sedangkan ayah kami ke pasar dan ke toko pelayanan Grapari tanggal 31 Maret sebelum dinyatakan positif. Sekali lagi beliau tidak tahu jika positif, dan tetap mengikuti imbauan social distancing selama keluar dengan jaga jarak dan menggunakan masker," kata pasien 10, Minggu (5/4).
1. Sebut pasien sengaja keluyuran untuk menulari masyarakat lain adalah fitnah besar

Pasien 10 menjelaskan, berita yang menyatakan kalau pihak keluarga dengan sengaja sesumbar ingin menulari semua orang yang ada pun merupakan informasi salah, tidak benar dan bohong.
"Ada berita yang mengatakan ayah saya meludahi petugas rumah sakit karena dijemput paksa untuk dikarantina ini adalah fitnah besar. Perlu dipahami, ayah saya adalah mantan perawat senior dan sangat paham sekali perihal COVID-19," jelas dia.
2. Sempat lakukan koordinasi dengan rumah sakit Prabumulih sebelum dibawa ke Palembang

Dari awal dinyatakan positif (pasien 09,10 dan 11), sambung Pasien 10, pihaknya sudah berusaha agar semua bisa dirawat dan isolasi di rumah sakit dengan tujuan agar lebih terkontrol dan terjadwal tes-tes berikutnya.
"Sebelum di bawa ke rumah sakit di Palembang, setelah dinyatakan positif corona. Kami juga sudah ikuti perintah isolasi mandiri. Namun karena kami bingung belum diresepkan obat dan lain-lain dari rumah sakit Prabumulih pada tanggal 3 April. Kami telepon ke Satgas COVID-19 agar di bawa ke rumah sakit lain," sambungnya.
3. Minta rujuk ke rumah sakit Palembang karena di Prabumulih kekurangan APD dan SDM

Akan tetapi, saat itu, sepertinya rumah sakit di Prabumulih belum siap menerima pasien. Alasannya, karena kendala Alat Pelindung Diri (APD) dan SDM yang belum memadai.
Karena paham keadaan, lanjut dia (pasien 10), pihaknya meminta dirujuk ke RS yang siap di Palembang. Namun setelah menelepon baru menerima info dalam tahap koordinasi. "Kami ada buktinya rekaman telepon dengan satgas dan dokter yang bertugas," ujarnya.
"Baru sorenya kami dapat info kalau 4 April akan dijemput dan di isolasi di RSUP MH (Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin) Palembang. Jadi pemberitaan dijemput paksa dan meludahi petugas adalah hoaks yang tidak bertanggung jawab," tambah pasien 10.
4. Keluarga sesalkan informasi yang tidak benar banyak beredar

Pasien 10 melanjutkan, saat ini dirinya dan keluarga positif corona sudah berada di RSUP MH Palembang. Pihaknya juga menyayangkan dan menyesalkan serta tidak terima terhadap beredarnya pemberitaan di media dengan informasi yang tidak jelas dan simpang siur.
"Semua keluarga sedih, papa dan mama tentu tidak ada niatan menularkan Covid-19 ke orang lain. Keluarga lain saja hanya bisa memantau via telepon jadi tolong bantu kami memberikan support bukan memberikan tuduhan yang tidak bertanggung jawab. Semoga pasien terpapar Covid-19 semua segera sembuh dan kembali sehat seperti sediakala Aamiin," pungkas dia.



















