Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Palembang Langganan Banjir saat Hujan, Warga Minta Pemkot Cari Solusi
Banjir Jadi Langganan saat Hujan Turun Di Palembang (IDN Times/Istimewa)
  • Genangan air di Palembang menjadi hal biasa saat hujan deras turun selama 3 jam, bahkan mencapai ketinggian lutut orang dewasa.
  • Beberapa wilayah langganan banjir di Palembang antara lain Simpang Sekip, Universitas Tridinanti, dan Seberang Ulu.
  • Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengklaim telah melakukan pengendalian dan penanganan banjir secara optimal, namun faktor ulah masyarakat juga berpengaruh terhadap genangan air.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Genangan air di jalan dan teras rumah sudah jadi pemandangan biasa warga Palembang, apalagi saat hujan turun dengan intensitas sedang hingga deras selama beberapa jam.

Tak lagi panik, banjir justru menjadi hal yang dianggap wajar masyarakat Bumi Sriwijaya. Mereka bahkan bosan meminta Pemerintah Kota (Pemkot) menanggulangi kebanjiran setelah hujan mengguyur.

"Sudah bosan (minta solusi pemkot), kalau hujan pasti banjir. Semoga ada solusinya yang benar-benar dari pemerintah," ujar Supriadi warga Dwikora Palembang, Minggu (7/4/2024).

1. Hujan memicu volume air meninggi

Ilustrasi banjir

Hujan deras yang mengguyur Palembang merata di sejumlah kawasan. Sekitar sejak jam 8 pagi, Kota Pempek sudah mulai tergenang air. Hujan baru mereda setelah tiga jam hujan, dan beberapa daerah pun banjir. Bahkan ketinggian debit air di lokasi tergenang mencapai lutut orang dewasa.

"Selutut di Sekip, pengendara juga banyak yang setop dulu sampai air surut," kata Agus warga Bendungan.

2. Pemkot Palembang klaim penanganan banjir sudah optimal

Ilustrasi banjir (IDN Times/Istimewa)

Wilayah langganan banjir di Palembang meliputi Simpang Sekip, Kawasan sekitar Universitas Tridinanti, Simpang 5 DPRD Sumsel seputaran Jalan Pom X, Veteran, Simpang Polda, Lemabang, Sekojo, Plaju, dan Seberang Ulu.

Menurut Pj Wako Palembang, Ratu Dewa, Pemkot sudah banyak melakukan pengendalian dan penanganan banjir. Pemkot mengklaim mereka telah optimal mencegah genangan air.

"Setiap banjir, Pemkot menurunkan tim untuk mengatasi kemacetan akibat genangan air. Kami juga sudah optimalisasi pompa air untuk mempercepat air surut. Tinggal dukungan (pengendalian) dari warga juga," kata Dewa.

3. Banjir di Palembang terjadi akibat dua faktor

Ilustrasi banjir (ANTARA FOTO)

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Irigasi, dan Banjir Dinas PUPR Palembang, Marlina Sylvia menambahkan, banjir yang kerap terjadi dipengaruhi dua faktor. Selain karena kondisi alam, genangan air bisa terjadi akibat masyarakat tidak dapat bekerja sama dengan pemerintah.

"Kalau alam tidak dapat teratasi, namun faktor lainnya bisa disebabkan juga karena ulah masyarakat, seperti sampah yang dibuang sembarangan. Titik banjir terpengaruh pasang surut sungai dan adanya fenomena yang tidak dapat dikendalikan manusia," jelasnya.

Editorial Team

Related Article