Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ngeri! Kasus HIV/AIDS di Sumsel Naik Hingga 409 Orang
Ilustrasi HIV/AIDS. Kpakabtangerang.or.id
  • Kasus HIV/AIDS di Palembang meningkat drastis dari 2021 hingga 2024
  • Pada Januari-Mei 2024, tercatat ada 409 warga infeksi baru HIV/AIDS di Sumsel
  • Kasus HIV tersebar merata di wilayah Sumsel, dengan dominasi penderita di Palembang
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Dinas Kesehatan Sumatra Selatan (Dinkes Sumsel) mencatat ada kenaikan jumlah orang terinfeksi HIV dan AIDS di wilayah Bumi Sriwijaya selama tiga tahun terakhir. Dari data 2021, orang yang terinveksi HIV/AIDS mencapai 321 orang dan naik pada 2022 menjadi 639 orang.

Sedangkan pada 2023, Dinkes juga mencatat kembali terjadi kenaikan menjadi 689 orang sepanjang Januari hingga Oktober.

"Sedangkan sepanjang Januari-Mei 2024 tercatat ada 409 warga infeksi baru HIV/AIDS di Sumsel," ungkap Pengelola Program HIV Dinkes Sumsel, Irma, Selasa (23/7/2024).

1. Januari-Mei 2024 sudah ada 409 orag terinfeksi HIV/AIDS

ilustrasi virus (unsplash.com/National Institute of Allergy and Infectious Diseases)

Irma merincikan data di semester awal 2024 tersebut menunjukan penderita HIV mencapai 295 orang dan 114 orang dengan AIDS. Dari total keseluruhan penderita HIV/AIDS tersebut didominasi oleh penderita di wilayah Palembang sebanyak 221 orang.

"Dari data itu juga Kota Palembang juga menjadi yang paling banyak dengan HIV sebanyak 172 orang dan AIDS 49 orang," jelas dia.

2. HIV/AIDS merata di hampir seluruh kabupaten dan kota

pexels.com

Irma menambahkan, kasus HIV tersebar merata hampir di seluruh wilayah Sumsel. Untuk di Banyuasin ada 17 orang terinfeksi, Prabumulih 16 orang, Muba 15 orang, Lubuk Linggau 14 orang, OKI 10 orang dan OKU Timur 10 orang.

Selanjutnya, Muara Enim 9 orang, Ogan Ilir 7 orang, OKU 7 orang, Musi Rawas 5 orang, OKU Selatan 2orang, lalu sisanya Empat Lawang, Pagaralam dan PALI, masing - masing 1 orang, sedangkan di Kabupaten Musi Rawas Utara tidak memiliki Infeksi Baru.

Sedangkan untuk Infeksi Baru AIDS juga tersebar d ihampir seluruh Kabupaten maupun Kota se-Sumsel kecuali kabupaten Ogan Ilir, seperti kabupaten OKU Timur 13 orang, Lubuk Linggau 12 orang, Muara Enim 9 orang, OKI 5 orang, OKU 4 orang, Empat Lawang, Prabumulih, Lahat, Musi Banyuasin, OKUS masing-masing 3 orang, Banyuasin dan Pagaralam 2 orang, dan Musi Rawas, Murata, PALI  dengan 1 orang.

"Kita selalu memberikan edukasi kepada masyarakat bahayanya HIV/AIDS, terus kami juga melakukan deteksi dini pada orang-orang berisiko. Lalu melakukan pengobatan pada pasien yang telah terinfeksi HIV. Melakukan kerja sama lintas program dan lintas sektor, juga melakukan pemantauan pengobatan," jelas dia.

3. Perilaku seks menyimpang faktor meningkatnya HIV/AIDS

Kepala Dinkes Sumsel, Trisnawarman, mengatakan peningkatan kasus HIV/AIDS yang terjadi di Sumsel disebabkan faktor pergaulan bebas dan seks menyimpang. Pihaknya mencatat kasus-kasus yang tersebar rata-rata akibat berganti pasangan yang dilakukan penderita.

"Rata-rata karena pola hidup sehingga tertular, terutama berganti pasangan. Namun orang yang imunnya turun juga rentan untuk tertular," ujar dia.

Editorial Team

Related Article