Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Masuk Peralihan Musim, BMKG: Sumsel bagian Barat Waspada Hujan Es
ilustrasi tetesan hujan di atap rumah (pexels.com/Jean Marc Bonnel)
  • BMKG Sumsel peringatkan hujan es di wilayah pegunungan Sumsel bagian barat karena labilitas masa udara dan awan Cumulonimbus.
  • Kondisi cuaca ke depan dipengaruhi gelombang ekuaorial Rossby dan Kelvin, menciptakan pertumbuhan awan hujan signifikan. Masyarakat diimbau antisipasi angin kencang, sambaran petir, dan genangan bila hujan lebat.
  • Peralihan musim kemarau ke hujan menyebabkan anomali cuaca dengan karakteristik hujan tidak merata dalam durasi singkat. Masyarakat diimbau bersiap menghadapi musim hujan dengan membersihkan lingkungan dan menjaga kelancaran drainase.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel memberikan peringatan dini. Peringatan dimaksud yakni, warga berdomisili wilayah Sumsel bagian barat untuk berhati-hati terkait hujan es yang akan melanda wilayah pegunungan.

Fenomena alam tersebut terjadi dikarenakan labilitas masa udara yang membentuk awan Cumulonimbus. "Awan Cumulonimbus inilah yang menyebabkan angin yang cukup kencang menjelang hujan lebat disertai kilat dan guntur, hingga bisa berpotensi terjadinya puting beliung atau hujan es yg umum biasa terjadi di daerah pegunungan," ujar Pejabat Ahli Madya BMKG SMB II Palembang, Sinta Andayani, Senin (30/9/2024).

1. Angin kencang juga perlu diwaspadai

Ilustrasi peningkatan kecepatan angin. (Pexels.com/Suparerg Suksai)

Sinta menambahkan, beberapa hari ke depan kondisi cuaca diperkirakan akan dipengaruhi gelombang ekuaorial Rossby dan Kelvin yang sedang aktif. Kondisi tersebut akan menciptakan pertumbuhan awan hujan cukup signifikan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat dalam sepekan ke depan untuk antisipasi angin kencang dengan memperkuat bangunan, menghindari pohon atau bangunan yang rentan roboh pada saat menjelang atau sedang hujan, berhati-hati menghindari sambaran petir, serta antisipasi genangan bila hujan lebat," jelas dia.

2. Intensitas hujan tak merata

suasana musim hujan (freepik.com/prostooleh)

Sinta mengingatkan, pada dasarian III September hingga dasarian I Oktober merupakan peralihan musim kemarau ke hujan. Kondisi ini akan menyebabkan anomali cuaca pada pagi menjelang siang cuaca hangat dan cerah sedangkan sore jelang siang menjadi hujan.  

"Karakteristik hujan saat musim peralihan tidak merata dengan intesitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat," jelas dia.

3. Masyarakat diminta perhatikan drainase

ilustrasi hujan-hujanan (pexels.com/Thgusstavo Santana)

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk mulai menyiapkan diri dalam memastikan kondisi lingkungan terjaga guna menghindari bencana Hidrometeoroligi.

"Kami juga menyarankan bagi seluruh masyarakat di musim peralihan ini untuk mulai bersiap menghadapi musim hujan dengan membersihkan lingkungan dan menjaga kelancaran drainase," jelas dia.

Editorial Team

Related Article