Mandi di Sungai Ogan, Seorang Bocah Terseret Arus dan Tewas Tenggelam

- Bocah tewas tenggelam saat mandi di Sungai Ogan, Tanjung Raja.
- Korban bersama tiga teman, dua terseret arus dan hanyut, satu berhasil menyelamatkan diri.
- Imbauan Kapolres agar masyarakat lebih waspada terhadap anak-anak bermain di sungai tanpa pengawasan.
Ogan Ilir, IDN Times - Selang sehari dari peristiwa tenggelamnya seorang lansia di Sungai Ogan Kabupaten Ogan Ilir, kini seorang bocah kembali tewas saat mandi di Sungai Ogan Kecamatan Tanjung Raja pada Kamis (30/1/2025) sore.
Korban yang bernama Renaldi Dwi Pratama (10) saat itu dikabarkan tengah mandi bersama tiga temannya di Dermaga Tanjung Raja. Namun dua anak terseret arus dan hanyut di Sungai Ogan lalu seorang lagi berhasil menyelamatkan diri.
1. Korban tengah mandi bersama 3 temannya

Kapolsek Tanjung Raja, AKP Zahirin mengatakan, sebelum peristiwa tenggelam itu terjadi, korban diketahui mandi bersama tiga temannya yang lain. Lalu sekitar pukul 16.00 WIB, tiba-tiba sejumlah warga mendengar suara dari teman korban yang meneriakkan bahwa ada orang tenggelam.
"Mendengar hal tersebut, warga sekitar pun langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke permukaan sungai untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Tanjung Raja, untuk mendapatkan pertolongan," ujarnya Jumat (31/1/2025).
2. Korban sempat dibawa ke puskesmas

Kasi Penanganan Darurat dan Logistik BPBD Ogan Ilir, Rulian Topanda menambahkan, pencarian terhadap korban Renaldi dilakukan oleh warga dengan dibantu personel TNI, Polri dan BPBD hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.
"Setelah dilakukan serangkaian tindakan pertolongan oleh tim medis UGD Puskesmas Tanjung Raja, sekitar pukul 16.30 WIB korban dinyatakan meninggal dunia. Korban langsung dibawa ke rumah duka oleh pihak keluarga," ucapnya.
3. Kapolres minta Bhabinkamtibmas lakukan patroli intensif

Sementara itu, Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo langsung mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap anak-anak yang bermain atau mandi di sungai tanpa pengawasan orang tua.
Imbauan ini disampaikan setelah dalam sepekan terakhir terjadi tiga kasus anak tenggelam di wilayah Kabupaten Ogan Ilir, tepatnya di Kecamatan Tanjung Batu dan Kecamatan Tanjung Raja.
"Dalam beberapa hari terakhir, debit air sungai di beberapa wilayah Kabupaten Ogan Ilir mengalami peningkatan akibat tingginya intensitas hujan. Kondisi ini menyebabkan arus sungai menjadi lebih deras, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi anak-anak yang bermain di sekitar perairan tanpa pengawasan," ungkapnya.
4. Pasang imbauan larangan anak-anak mandi di sungai

Sebagai langkah antisipasi, Kapolres menekankan kepada jajarannya, terutama anggota Bhabinkamtibmas yang berinteraksi langsung dengan masyarakat agar lebih mengintensifkan patroli di daerah perairan. Selain itu, mereka diminta bekerja sama dengan aparat desa untuk memberikan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat mengenai bahaya bermain di sungai.
“Kami meminta kepada jajaran Polsek di wilayah Ogan Ilir untuk memasang spanduk larangan bagi anak-anak agar tidak mandi atau berenang di sungai. Selain itu, anggota Bhabinkamtibmas dan Polsek jajaran juga harus rutin mengecek ketinggian debit air guna memastikan situasi keamanan di daerah perairan,” tegas Kapolres.


















