Ilustrasi pengungkapan peredaran ganja (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Selain itu, BNNP Sumsel juga sering menemukan budidaya ganja di wilayah Bukit Barisan di Sumsel. Memanfaatkan lokasi perbukitan, warga lokal menanam ganja untuk dijual kembali ke masyarakat.
Pada 2022, BNNP Sumsel berhasil mengamankan 1.000 batang ganja dengan luas lahan 1 Hektare (Ha) yang ditanam di Bukit Mandi Angin, Kecamatan Pendopo Barat, Empat Lawang, Kamis (3/2/2022). Wilayah lereng bukit yang curam dan jarak tempuh 3,5 jam dengan berjalan kaki sempat menyulitkan petugas.
"Kasus di Bukit Barisan terakhir telah kita ungkap," ujar dia.
Lalu Warga Desa Arisan Jaya, Kecamatan Cempaka, OKU Timur juga diamankan (24/5/2022) lantaran menanam ganja di belakang pekarangan rumah. Satuan Reskrim Narkoba Polda Sumsel berhasil mengamankan 53 batang ganja berukuran besar dan kecil seberat 227,79 gram.
Jauh sebelum kasus kebun ganja di Empat Lawang yang berhasil diungkap BNNP Sumsel, penemuan ganja di Bukit Barisan sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Mereka memanfaatkan lokasi yang sulit dicapai. Para petani ganja menanam untuk meraih keuntungan. Tercatat sejak empat tahun terakhir, baik BNN maupun Polri terus mendapati para petani nakal yang menanam ganja.
"Ini yang terus kita telusuri jangan sampai Sumsel jadi tempat produksi ganja," ujar dia.
Sebelumnya Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Djoko Prihadi, menemukan banyak warga Sumsel yang menjadi petani ganja. Dari beberapa kali tangkapan, mereka menanam ganja di wilayah yang sulit dicapai seperti Bukit Barisan.
"Mereka menyelipkan tanaman ini dengan kopi agar tidak ketahuan. Kami sekarang sedang mencari tahu di mana saja letak ladang ganja ini," jelas dia.