Laju Ekonomi Palembang Turun 0,13 Persen Akibat Inflasi Naik

- Laju pertumbuhan ekonomi Palembang turun 0,13 persen mtm akibat inflasi naik 0,07 persen pada April 2024.
- Pemkot berhasil mengurangi angka stunting dengan inovasi pencegahan seperti penyuluhan KB dan bantuan telur untuk anak-anak berisiko.
- Upaya menekan angka stunting dilakukan melalui sosialisasi pelayanan KB di Faskes dan kerja sama dengan rumah sakit swasta serta pemerintahan.
Palembang, IDN Times - Laju pertumbuhan ekonomi Palembang pada kuartal pertama 2024 menurun 0,13 persen dibandingkan bulan lalu, atau secara month to month (mtm) akibat angka inflasi atau kenaikan harga kembali meningkat sebesar 0,07 persen pada April 2024.
"Meski pertumbuhan ekonomi turun tipis, Palembang berhasil nenurunkan angka stunting sebagai program nasional," ujar Penjabat Wali Kota (Pj Wako) Palembang, Ratu Dewa, saat rapat Pencapaian Indikator Makro Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Rabu (22/5/2024).
1. Angka kemiskinan 2023 menurun dan mendorong stunting berkurang

Berdasarkan data indikator ekonomi daerah, inflasi Palembang secara bulanan naik. Yakni 2,90 persen dari Maret 2024 meningkat jadi 2,97 persen pada April di periode sama. Sementara untuk persentase kemiskinan menurun perlahan secara year on year.
Tingkat kemiskinan Palembang pada 2022 mencapai 10,48 persen dari jumlah total penduduk, dan turun 0,26 persen dibandingkan 2023 dengan jumlah 10,22 persen penduduk miskin dari angka keseluruhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
"Pemkot Palembang memiliki inovasi mencegah stunting, dan turunnya angka kemiskinan turut mendorong keberhasilan menekan jumlah stunting. Salah satu upaya pencegahan stunting dengan melakukan penyuluhan KB," kata dia.
2. Pemkot kerjasama OPD dan faskes lakukan penyuluhan stunting dan KB

Cara menekan angka stunting di Palembang dilakukan dengan berbagai upaya, meliputi pemberian bantuan berupa telur untuk anak-anak yang berisiko sesuai dengan wilayah binaan. Kemudian sosialisasi pelayanan Keluarga Berencana (KB) di Fasilitas Kesehatan (Faskes).
"Sekarang sudah bekerja sama melaksanakan layanan KB dengan rumah sakit swasta dan pemerintahan melibatkan OPD setempat," kata dia.
3. Penurunan angka stunting perlu intervensi spesifik dan terpadu

Tahapan sosialisasi dan penyuluhan KB untuk menekan angka stunting harus dilakukan dengan berkelanjutan, meliputi sosialisasi aspek kesehatan, aspek keluarga, maupun aspek perilaku.
"Artinya intervensi terhadap percepatan penurunan stunting perlu dilakukan dengan intervensi spesifik dan terpadu dari semua stakeholder," timpalnya.





![[FOTO] Ribuan Umat Islam di Palembang Salat Iduladha hingga ke Ampera](https://image.idntimes.com/post/20260527/upload_4708432f4cacb509af3079e80bab8b41_bb5739ee-5d4f-472c-94ea-43df85613e24_watermarked_idntimes-2.jpg)













