Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kualitas Udara di Kota Padang Kian Parah Akibat Kabut Asap Kiriman

Kualitas Udara di Kota Padang Kian Parah Akibat Kabut Asap Kiriman
(Ilustrasi kabut asap) ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid
Share Article

Padang, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatra Barat (Sumbar), merilis kondisi terbaru kualitas udara. Menurut Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Padang, Edi Hasymi, langit kota Padang masih diselimuti paparan kabut asap kiriman dari provinsi-provinsi tetangga.

Bahkan jika merujuk pada data AQMS Kota Padang, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada Rabu (18/10/2023) kemarin naik ke level Tidak Sehat. Pencemaran udara di Padang pun berada pada level kuning dengan angka 104.

"Penyebab tebalnya kabut asap di Padang karena kiriman asap dari provinsi lain," kata Edi Hasymi, Jumat (20/10/2023).

1. El Nino dan arah angin memperparah kualitas udara

website
website

Selain kabut asap kiriman, peningkatan ISPU di Padang juga terjadi karena oleh arah angin dan El Nino, sehingga faktor udara di Kota Padang menjadi tidak sehat.

Faktor angin yang mengarah ke Barat atau Barat Daya ini menurut Edi, menjadikan Kota Padang terdampak pencemaran udara tidak sehat. Asap terbawa angin menuju ke arah Barat.

“Arah angin yang mengarah ke Barat Daya, serta El Nino menjadi faktor kenapa Kota Padang menjadi kota terdampak pencemaran udara. Dengan kondisi alamiah ini, kita berharap masyarakat dapat mengerti dengan kondisi yang tengah terjadi,” ujarnya.

2. Terbitkan surat edaran beberapa kali

perbatasan Kota Padang Panjang (commons.wikimedia.org)
perbatasan Kota Padang Panjang (commons.wikimedia.org)

Pemkot Padang sudah mengambil langkah kongkret seperti menerbitkan surat edaran beberapa kalo. Terakhir lada Kamis kemarin, Pemkot Padang kembali mengeluarkan Surat Edaran bernomor 441.7/5126/DKK yang mewajibkan masyarakat memakai masker.

"Kita juga mengimbau agar masyarakat wajib mengenakan masker. Mengurangi aktivitas di luar ruangan bagi kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, dan lanjut usia. Kemudian banyak mengonsumsi buah hingga meminum air putih yang cukup," ujarnya.

3. Berharap bencana kabut asap teratasi

Ilustrasi Karhutla (Doc. BNPB)
Ilustrasi Karhutla (Doc. BNPB)

Terkait daerah sebagai sumber kabut asap, menurut Edi pihaknya berharap agar upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah setempat (sumber karhutla) dapat segera terselesaikan.

“Kita doakan pemerintah setempat (sumber asap) dapat segera menyelesaikan permasalahan yang tengah dihadapi. Sehingga kondisi udara kita di Kota Padang kembali pada kondisi udara yang normal,” tutupnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Andri NH
EditorAndri NH

Latest News Sumatera Selatan

See More

Ancaman Karhutla Meningkat, Ada 542 Titik Hotspot di Sumsel Sepanjang Mei

31 Mei 2026, 18:57 WIBNews