Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kepsek SMA Sjakhyakirti Akui Eks Pembina Pramuka Cabuli Siswa

Kepsek SMA Sjakhyakirti Akui Eks Pembina Pramuka Cabuli Siswa
Ilustrasi kasus pelecehan seksual (IDN Times)
Intinya Sih
  • Plt Kepala Sekolah SMA Sjakhyakirti Palembang mengakui dugaan pencabulan siswa oleh pembina pramuka MAT.
  • Pembina tersebut sudah mengundurkan diri sebelum kasus ini viral dan kembali ke kampung halamannya di Lampung.
  • Pihak sekolah menyesalkan peristiwa tersebut dan berjanji akan lebih hati-hati dalam menerima pengajar dan pembina ekstrakurikuler.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Palembang, IDN Times - Plt Kepala Sekolah SMA Sjakhyakirti Palembang, Wahyudi, angkat bicara terkait dugaan pencabulan yang menimpa siswanya berinisial A (17) oleh pembina pramuka berinisial MAT. Dirinya mengakui jika peristiwa yang viral di media sosial memang terjadi.

"Peristiwa ini terjadi tanpa sepengetahuan pihak sekolah Sjakhyakirti Palembang, namun di rumah terlapor," ungkap Wahyudi, Jumat (17/5/2024).

1. Pelaku sudah tiga tahun bekerja di SMA tersebut

Ilustrasi pelecehan seksual terhadap anak (IDN Times)
Ilustrasi pelecehan seksual terhadap anak (IDN Times)

Menurut Wahyudi, terlapor MAT merupakan salah satu pengajar di sekolah tersebut. Dirinya sudah menjadi pengajar sejak tiga tahun terakhir.

"Dia sudah mengajar di sekolah sekitar tiga tahun. Sebelum kejadian ini, dia sudah mengundurkan diri dari sekolah," ungkap Wahyudi.

2. Pelaku kembali ke kampungnya di Lampung

Ilustrasi pelecehan seksual terhadap anak (IDN Times)
Ilustrasi pelecehan seksual terhadap anak (IDN Times)

Dirinya mengatakan, MAT mengundurkan diri secara baik-baik sebelum viral. Menurutnya, MAT berpamitan untuk pulang ke kampung halaman di Lampung.

"Sebelum peristiwa ini menjadi viral, dia (terlapor) datang ke sekolah untuk mengundurkan diri dan kembali ke Kota Lampung, tempat asalnya," jelas Wahyudi.

3. SMA Sjakhyakirti akui kecolongan

Ilustrasi penjara
Ilustrasi penjara

Dirinya pun menyesalkan peristiwa tersebut terjadi oleh pengajar di sekolah tersebut. Hanya saja menurutnya peristiwa memalukan terjadi di luar jam sekolah.

"Peristiwa ini terjadi di luar sekolah dan saat ini kita tetap melakukan belajar mengajar seperti biasa," jelas dia.

Pihaknya pun berjanji akan lebih hati-hati menerima pengajar dan pembina ekstrakurikuler di sekolah untuk mencegah kejadian serupa terulang.

"Kami akan lebih berhati-hati dalam menerima pembina ekskul agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali," tutup dia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Deryardli Tiarhendi
Rangga Erfizal
Deryardli Tiarhendi
EditorDeryardli Tiarhendi

Latest News Sumatera Selatan

See More