Palembang, IDN Times - Kematian Prada Jefriando Simatupang (23) masih menjadi tanda tanya bagi pihak keluarga. Mereka tak menerima prajurit TNI Batalyon Raider 200 itu disebut meninggal karena kecelakaan lalu lintas.
Pengacara keluarga dari LBH Horas Bangso Batak Nusantara, Aleston Manurung mengatakan, belum dapat mempercayai penyebab kematian korban lantaran belum ada hasil autopsi yang jelas sampai hari ini.
"Kalau ada orang menyampaikan, kalau pun itu benar lakalantas, tetapi disampaikan hari ini, kami menolak keras. Karena hasil autopsi baru akan keluar satu dua hari kedepan. Itu terlalu dini," ungkap Aleston, Sabtu (18/11/2023).
