Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ikut Lomba Minum, Jamu Anak di Bawah Umur Ditemukan Meninggal

Ikut Lomba Minum, Jamu Anak di Bawah Umur Ditemukan Meninggal
ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Arief Rahmat)
Intinya Sih
  • Anak 13 tahun ditemukan meninggal setelah ikut lomba minum jamu di rumah kakak ipar RK.
  • Ibu korban mencari anaknya setelah tidak pulang, namun RK kabur dan memberi pesan untuk tidak mencari korban.
  • Keluarga melaporkan kasus ini ke polisi, sedangkan pihak kepolisian masih mendalami laporan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Palembang, IDN Times - Seorang anak di bawah umur berinisial ANF (13) ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar usai mengikuti perlombaan minum jamu. Korban ditemukan pihak keluarga tak bernyawa berada di belakang sebuah lemari di rumah kakak iparnya berinisial RK, Rabu (19/12/2024) sekitar pukul 17.00 WIB.

"Kami tidak terima. Mewakili pihak keluarga saya melaporkan kasus ini ke polisi," ungkap kakak korban, Yulis Safitri, Kamis (19/18/2024).

1. Ibu korban sempat bertemu dengan kakak ipar korban

Keluarga melapor ke SPKT Polrestabes Palembang (Dok: Polrestabes Palembang)
Keluarga melapor ke SPKT Polrestabes Palembang (Dok: Polrestabes Palembang)

Yulis menjelaskan, sebelum ditemukan meninggal dunia korban pamit kepada ibunya Asmawati untuk pergi ke rumah terlapor RK mengikuti perlombaan minum jamu sekitar pukul 13.30 WIB. Korban menyebutkan perlombaan itu berhadian Rp300.000 jika berhasil tahan sampai akhir tanpa muntah.

Sepulang dari masjid pukul 15.30 WIB, ibu korban sempat mencari keberadaan anaknya yang tak kunjung pulang. Saat itu, ibu korban langsung menanyakan keberadaan anaknya kepada RK namun dijawab tidak tahu.

"Ibu bertanya dengan RK bertanya dimana ANF berada, namun yang bersangkutan menjawab bahwa ia tidak tahu keberadaan korban," ujar dia.

2. Terlapor sempat minta keluarga tidak cari korban

Ilustrasi lapor polisi. (IDN Times/ Agung Sedana)
Ilustrasi lapor polisi. (IDN Times/ Agung Sedana)

Karena panik, Asmawati pun meminta keluarganya untuk mencari korban. Korban baru ditemukan tak bernyawa saat keluarga masuk ke dalam rumah terlapor dan menemui korban sudah tidak bernyawa.

Saat itu, RK sudah tidak ada lagi di rumah. Saksi RD menitipkan pesan kepada keluarga untuk tidak mencari korban.

"RK sudah pergi. Kami mendapat kabar dari RD yang menerima pesan dari RK bahwa tidak usah dicari lagi, ANF ada dibelakang lemari," jelas dia.

Mendapati kondisi korban yang sudah tidak bernyawa pihak keluarga langsung membawa ANF ke RS Bari Palembang. Pihak RS pun memastikan korban telah meninggal dunia.

Dari sana, jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum. "Informasinya dia (RK) langsung kabur pak. Katanya mau ke Lampung," jelas dia.

3. Polisi benarkan laporan keluarga korban

Ilustrasi penyelidikan polisi (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi penyelidikan polisi (IDN Times/Arief Rahmat)

Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Hery membenarkan ada laporan dugaan korban meninggal dunia akibat mengikuti lomba minum jamu. Saat ini laporan tengah di dalami dan diperiksa oleh polisi.

"Laporan dilakukan kakak kandung korban. Laporan itu sudah kami terima dan akan ditindaklanjuti oleh petugas Satreskrim Polrestabes Palembang unit Pidana Umum," ungkap Hery.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rangga Erfizal
Martin Tobing
Rangga Erfizal
EditorRangga Erfizal

Latest News Sumatera Selatan

See More