Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hujan Menurun di Awal Januari, BMKG Imbau Warga Sumsel Tetap Waspada

ilustrasi hujan dampak La Nina (pexels.com/Genaro Servín
ilustrasi hujan dampak La Nina (pexels.com/Genaro Servín
Intinya sih...
  • Tiga daerah berpotensi alami curah hujan rendah, seperti Banyuasin, Musi Banyuasin bagian utara, dan Empat Lawang.
  • BMKG mencatat curah hujan di Sumsel umumnya berada pada kategori menengah hingga tinggi, dengan curah hujan tertinggi mencapai 408 milimeter di Pos Hujan Pseksu.
  • Kondisi iklim berubah ke arah netral, La Nina yang sebelumnya memengaruhi pola hujan terpantau melemah dan diperkirakan tidak lagi dominanan saat awal tahun 2026.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Stasiun Klimatologi Sumatra Selatan (Sumsel) memprediksi curah hujan di wilayah Sumsel menurun pada Dasarian I Januari 2026. Kendati demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan lebat yang masih dapat memicu bencana hidrometeorologi.

Kepala Stasiun Klimatologi Sumsel, Wandayantolis, menjelaskan bahwa meski intensitas hujan diperkirakan menurun dibandingkan Desember 2025, sebagian besar wilayah Sumsel masih berpeluang besar mengalami hujan.

"Meski ada penurunan potensi hujan (cuaca ekstrem) tetapi sebagian besar wilayah Sumsel masih berpeluang mengalami hujan lebih dari 80 persen dengan tingkat curah hujan menengah," ungkap Kepala Stasiun Klimatologi Sumsel, Wandayantolis, Sabtu (3/1/2026).

1. Tiga daerah berpotensi alami curah hujan rendah

Ilustrasi cuaca La Nina (pexels.com/Nikolai Kolosov)
Ilustrasi cuaca La Nina (pexels.com/Nikolai Kolosov)

Menurutnya, hanya beberapa wilayah di Sumsel yang diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas rendah pada periode tersebut, sementara wilayah lainnya masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas menengah.

"Beberapa daerah berpeluang 70 persen mengalami curah hujan rendah seperti Banyuasin, Musi Banyuasin bagian utara dan Empat Lawang," jelas dia.

2. Wilayah Sumsel dengan hujan tertinggi dan tanpa hujan

Dampak Fenomena La Nina  (unsplash.com/Andre Mouton)
Dampak Fenomena La Nina (unsplash.com/Andre Mouton)

BMKG mencatat, pada dasarian III Desember 2025, curah hujan di Sumsel umumnya berada pada kategori menengah hingga tinggi. Bahkan, hujan sangat tinggi tercatat di sebagian wilayah Kabupaten Lahat, dengan curah hujan tertinggi mencapai 408 milimeter di Pos Hujan Pseksu, Kecamatan Pseksu.

"Sementara untuk Hari Tanpa Hujan (HTH) juga masih terjadi. HTH terpanjang selama 5 hari terukur pada pos hujan Kikim Barat, Lahat dan Buay Rawan, OKU Selatan," jelas dia.

3. Kondisi iklim berubah ke arah netral

ilustrasi La Nina (commons.wikimedia.org/NOAA Climate.gov)
ilustrasi La Nina (commons.wikimedia.org/NOAA Climate.gov)

Wandayantolis mengungkapkan, saat ini kondisi iklim menunjukkan perubahan ke arah yang lebih netral. Fenomena La Nina yang sebelumnya memengaruhi pola hujan terpantau melemah dan diperkirakan tidak lagi dominanan saat awal tahun 2026. Selain itu, pola angin baratan masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. BMKG juga memantau adanya sistem tekanan rendah dan pergerakan angin yang dapat memicu pertumbuhan awan hujan, termasuk di Sumsel.

"Secara umum, pengaruh La Nina mulai melemah dan diperkirakan kembali normal pada awal 2026. Namun, kondisi atmosfer masih cukup mendukung terjadinya hujan, sehingga masyarakat tetap perlu waspada," jelas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Dosen Fakultas Hukum UMP Dilaporkan Mahasiswi ke Polisi, Ini Kasusnya

04 Jan 2026, 00:12 WIBNews