Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gubernur Sumsel Sering Kondangan, Yakin Masyarakat Taat Prokes
Default Image IDN

Palembang, IDN Times - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru meyakini tingkat kepatuhan masyarakat Sumsel terhadap protokol kesehatan (Prokes) akhir-akhir ini mengalami peningkatan. Dirinya bercerita pengalaman pergi ke acara nikahan masyarakat, dimana tidak lagi menemukan ada masyarakat yang tak patuh prokes.

"Saya sehari kadang kondangan 14 titik. Mereka saya lihat sudah patuh semua, mulai dari prokes, menjaga pysical distancing (jaga jarak). Saya yakin tempat resepsi yang terbatas (30 persen) tidak akan menjadi klaster baru," ungkap Herman Deru, Sabtu (7/8/2021).

1. Masyarakat keluar rumah hanya untuk keperluan mendesak

Pengisian oksigen tabung ukuran satu kubik di salah satu Gerai di Jalan Jenderal Sudirman Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Menurut Deru selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pihaknya mencatat mobilitas masyarakat tetap diperbolehkan, asal untuk tujuan positif. Pihaknya tidak membatasi perbatasan terlalu ketat bagi kendaraan yang membawa bahan pokok serta untuk keperluan perputaran ekonomi.

"Mengendalikan mobilitas tidak dengan membatasi aktifitas produktif. Silakan saja beraktifitas asal dengan prokes. Kalau kegiatan itu dirasa sia-sia (kurang manfaat) lebih baik tidak usah," jelas dia.

2. tracing dan testing diperluas

Vaksinasi penumpang di Bandara SMB II Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Menurut Deru, pihaknya hari ini mendengar arahan dari pemerintah pusat mengenai evaluasi PPKM di wilayah non Jawa. Sumsel diklaim sejauh ini sudah on the track dalam menangani wabah pandemik COVID-19.

"Petunjuk juga dari Presiden Joko 'Jokowi' Widodo untuk meningkatkan testing dan tracing. Maka wajar jika ada fluktuasi kasus, meski tidak tergolong yang besar. Kedua presiden meminta mengendalikan mobilitas dengan tujuan mengurangi COVID-19," ujar dia.

3. Banyak masyarakat ingin divaksin

ilustrasi Vaksinasi di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Disisi lain untuk target Herd Immunity (Kekebalan Kelompok) pihaknya, masih berharap pemerintah pusat terus memberikan suplay vaksin secara serius. Sebab untuk jumlah vaksin yang ada saat ini tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan 6,4 juta masyarakat atau total 70 persen jumlah penduduk. 

"Vaksin kita baru diangka 15 persen kalau mau kejar kekebalan kelompok di awak 2022 maka suplay vaksin harus sebanyak 1,5 juta dosis per bulan," beber dia.

Editorial Team

Related Article