Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Gawat, BOR 3 Wilayah di Sumsel Mulai Naik di Atas Standar WHO

Gawat, BOR 3 Wilayah di Sumsel Mulai Naik di Atas Standar WHO
Wisma atlet Jakabaring Palembang. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Share Article

Palembang, IDN Times - Jumlah Bed Occupancy Ratio (BOR) atau rasio jumlah tempat tidur yang terisi di rumah sakit di Palembang, Lubuk Linggau, dan Musi Rawas, mulai mengalami kenaikan. Angka keterisian terutama untuk ruang ICU dan tempat isolasi RS naik karena jumlah kasus positif COVID-19 tiga kota tersebut juga perlahan meningkat.

Dari data Dinas Kesehatan Sumatra Selatan (Dinkes Sumsel), angka keterisian RS di Palembang telah mencapai 63 persen, Musi Rawas 69 persen, dan Lubuk Linggau 76 persen. Angka tersebut melebihi standar BOR yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia (WHO) sebesar 60 persen.

"Makanya kalau kita lihat BOR, beberapa rumah sakit perlu menjadi perhatian khusus terutama ICU," ungkap Kepala Dinkes Sumsel, Lesty Nurainy, Rabu (30/6/2021).

1. Total BOR Sumsel secara keseluruhan masih dianggap aman

Wisma atlet Jakabaring Palembang. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Wisma atlet Jakabaring Palembang. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Lesty menjelaskan, perlu dilakukan upaya untuk mencegah rumah sakit rujukan COVID-19 di Sumsel agar tidak lumpuh. Pihaknya mengatakan, ambang batas tolerir keterisian RS sekitar 60 persen.

Namun jika menyentuh angka 80 persen, perlu ditambah hingga menjadi 40 persen. Sedangkan jika keterisian mencapai 60 persen diperlukan penambahan 30 persen.

"Memang selama ini kita sudah mengatur agar BOR kita tetap rendah. Dari total 1.958 tempat tidur baru terisi 1.086 tempat tidur atau sekitar 55 persen," jelas dia.

2. Penambahan tempat isolasi khusus wajib ditambah

Kadinkes Sumsel, Lesty Nurainy (IDN Times/Rangga Erfizal)
Kadinkes Sumsel, Lesty Nurainy (IDN Times/Rangga Erfizal)

Dinkes Sumsel mengimbau kepada Dinkes di kabupaten dan kota serta Direktur RS yang mengalami lonjakan kasus, segera menambah jumlah tempat tidur sebagai antisipasi awal lonjakan kasus.

Penambahan tempat tidur tersebut dikhususkan untuk pasien isolasi yang tidak mengalami gejala serius, sehingga mereka yang membutuhkan tempat tidur karena kasus berat dapat ditangani lebih cepat.

"Sehingga dengan bertambahnya tempat isolasi ada tempat penyaringan sebelum dibawa, dan RS dapat dimaksimalkan bagi yang bergejala berat," jelas dia.

3. Polda Sumsel siap membantu ruang isolasi

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Eko Indra Heri (IDN Times/Rangga Erfizal)
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Eko Indra Heri (IDN Times/Rangga Erfizal)

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri mengatakan, dalam waktu dekat akan menambah tempat isolasi di daerah jika dibutuhkan. Menurutnya, Polda Sumsel melalui Polres akan membantu menyediakan tempat isolasi khusus demi mencegah meningkatnya kasus COVID-19.

"Untuk BOR tidak hanya di Palembang, beberapa daerah lain perlu perhatian. Jika suatu waktu diminta, kita siap membantu," tutup dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deryardli Tiarhendi
Rangga Erfizal
Deryardli Tiarhendi
EditorDeryardli Tiarhendi

Latest News Sumatera Selatan

See More

Kantor Bupati dan Disdikbud Muara Enim Digeledah KPK, Plus Dua Rumah

13 Jun 2026, 11:01 WIBNews