DPP PPP serahkan surat dukungan ke Pasangan Matahati dalam Pilgub Sumsel (Dok: Matahati)
Sedangkan untuk pasangan Matahati, akan menjadi salah satu lawan sulit pasangan HDCU. Pasalnya, Matahati juga didukung oleh banyak parpol seperti Golkar dengan 12 kursi, Gerindra 11 kursi, PAN 6 kursi, PPP 2 kursi dan PKN 1 kursi.
Pasangan Matahati menjalankan proses pemaduan yang panjang setelah sebelumnya Mawardi Yahya sempat berupaya berkoalisi dengan Mantan Wali Kota Palembang, Harnojoyo. Sayangnya, koalisi tersebut bubar di tengah jalan setelah Demokrat mengeluarkan dukungan untuk Cik Ujang.
Perubahan catur politik di Sumsel semakin menarik, setelah Golkar masuk dan menyodorkan RA Anita Noeringhati sebagai wakil. Anita yang menjabat sebagai Ketua DPRD Sumsel 2019-2024 mendapat respons positif sehingga keduanya memutuskan untuk maju bersama di Pilkada 2024 mendatang.
Demi emenangkan pasangan Matahati, Mantan Gubernur Sumsel Syahrial Oesman dilibatkan sebagai Ketua Tim Pemenangan. Bahkan, jauh sebelum pasangan Matahati dibentuk, Syahrial Oesman telah melobi mantan Gubernur Alex Noerdin untuk meminta masukan mengenai Pilkada serentak yang akan berlangsung.
"Saya ingin membangun Sumsel. Tanggung jawab saya dengan keluarga sudah selesai. Anak-anak saya sudah berhasil. Saat ini saya sisakan pengabdian, tenaga dan pikiran serta pergaulan saya untuk masayarakat Sumsel," ungkap Mawardi Yahya.
Ditanya membangun tim kemenangan, Mawardi melibatkan ratusan relawan diyakini dapat memenangkan dirinya. Sejak sebulan sebelum pendaftaran, pasangan Matahati pun terus melakukan sosialisasi mengenai konsep perubahan yang akan dibawa.
"Masih ada waktu sekitar tiga bulan lebih, jangan sampai masyarakat terbuai dengan slogan-slogan," jelas dia.