Dinkes Sumsel Bantah Kasus Mpox, Hasil Swab Negatif

- Dinkes Sumsel bantah adanya kasus pertama sebaran virus Mpox di Palembang, hasil pemeriksaan pasien J negatif.
- Pasien memeriksakan diri di Puskesmas 4 Ulu Palembang, Dinkes Sumsel telah mengeluarkan Surat Edaran tentang peningkatan kewaspadaan terhadap Mpox.
- Dinkes Sumsel meminta kepada dinkes di seluruh kabupaten dan kota tetap waspada menghadapi virus Mpox, serta melakukan pengawasan terhadap pintu masuk antar wilayah.
Palembang, IDN Times -- Dinas Kesehatan Sumatra Selatan (Dinkes Sumsel) menegaskan bahwa tidak ada kasus pertama virus Mpox atau cacar monyet di Palembang. Kepala Dinkes Sumsel, Trisnawarman, menyatakan bahwa hasil pemeriksaan sampel pasien berinisial J menunjukkan hasil negatif untuk virus Mpox.
"Bukan cacar monyet, hanya cacar biasa. Hasil swab menunjukkan hasil negatif," ujar Trisnawarman, Selasa (3/9/2024).
1. Jika ada sebaran kasus dilakukan pelacakan kontak erat

Trisnawarman menjelaskan bahwa pasien tersebut sempat memeriksakan diri di Puskesmas 4 Ulu Palembang. Setelah mendapatkan laporan tersebut, pihak Dinkes langsung mengambil tindakan dengan memeriksa dan mengambil sampel untuk memastikan apakah ada penyebaran virus.
"Jika ada penemuan kasus suspek, probable, atau konfirmasi dari fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes), kami akan melakukan investigasi dalam 1x24 jam, termasuk pelacakan kontak erat," tambahnya.
2. SE Dinkes Sumsel untuk pencegahan Mpox

Meski belum ada kasus yang terkonfirmasi, Dinkes Sumsel telah mengambil langkah antisipasi. Pada 28 Agustus 2024 lalu, Dinkes Sumsel mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 443.33/7674/Kes/VII/2024 untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan penyebaran virus Mpox di wilayah Sumsel.
"Surat edaran ini sudah kami sampaikan ke seluruh Dinas Kesehatan di kabupaten dan kota untuk pencegahan," ujar Trisnawarman.
3. Kabupaten dan kota tetap diminta waspada

Surat edaran tersebut meminta agar setiap Dinas Kesehatan di kabupaten dan kota tetap waspada terhadap virus Mpox. Mereka juga diminta memperketat pengawasan di pintu masuk antar wilayah dan memantau, melaporkan, serta memastikan kasus sesuai dengan definisi operasional yang telah ditetapkan.
"Pihak kami juga menginstruksikan agar data terkait kasus Mpox diunggah ke aplikasi All Record TC-19 pada menu pencatatan Mpox," tambah Trisnawarman, mengakhiri pernyataannya.
Sebelumnya diberitakan, seorang warga 3-4 Ulu Palembang berinisial J diumumkan sebagai warga Sumsel pertama yang suspek Virus Cacar Monyet atau Monkeypox Virus. Kabar ini diketahui setelah J memeriksan diri ke Puskesmas 4 Ulu atas penyakit yang dideritanya, Kamis (29/8/2024) silam.
Pasien J datang dengan keluhan cacar yang dapat dilihat dibagian kaki dan tangannya. Pasien tersebut sudah diperiksa dan diminta untuk melakukan isolasi mandiri dengan menjalani perawatan di rumah.














![[FOTO] Ribuan Umat Islam di Palembang Salat Iduladha hingga ke Ampera](https://image.idntimes.com/post/20260527/upload_4708432f4cacb509af3079e80bab8b41_bb5739ee-5d4f-472c-94ea-43df85613e24_watermarked_idntimes-2.jpg)




