Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cegah Wabah Virus Corona, Ini Instruksi Pangdam II dan Kapolda Sumsel
Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI, Irwan (IDN Times/Rangga Erfizal)

Palembang, IDN Times -Jajaran TNI dan Polri mengambil tindakan bekerja setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) menetapkan status waspada wabah Corona (Covid-19) di Sumsel. 

"Saya sudah perintahkan prajurit untuk memantau wilayah pintu masuk yang tidak resmi. Anggota TNI mem-back up petugas medis yang akan memeriksa kesehatan," kata Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan, Selasa (17/3).

1. Pangdam II Sriwijaya sebut rumah sakit milik TNI dijadikan second line

Gubernur Sumsel, Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)

Irwan mengungkapkan, pihaknya mendorong rumah sakit milik TNI di Sumsel agar membantu proses penanganan suspect corona seandainya diperlukan. Karena semua rumah sakit TNI akan di jadikan second line di luar lima rumah sakit rujukan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

"Bila perlu kita bikin tenda isolasi sebagai tempat sementara, selain rumah sakit milik TNI yang dijadikan second line," ungkap dia.

2. Kapolda instruksikan reskrim pantau hoaks

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Priyo (IDN Times/Rangga Erfizal)

Sementara, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Priyo Widyanto menerangkan, pihaknya terus menggiatkan patroli dunia maya, guna mencegah kesimpangsiuran informasi di masyarakat.

Karena, bisa jadi ada oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan kekacauan informasi. Jajaran reskrim segera menindak dan humas kepolisian diminta aktif.

"Kita selalu patroli di dunia maya atau yang kita sebut cyber patrol untuk memantau apakah di wilayah Sumsel ada yang melakukan penyebaran berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Jajaran reskrim akan menindak," terang dia.

3. Polda kekurangan APD untuk bantu penyemprotan disinfektan

Aparat keamanan (IDN Times/Rangga Erfizal)

Untuk membantu pencegahan virus corona, Priyo melanjutkan, pihaknya mengirimkan 100 personel untuk menyemprotkan disinfektan pada fasilitas publik dan perkantoran. Hanya saja, dari 100 personel baru 10 yang memiliki alat pelindung diri (APD).

"Kami berusaha menghubungi produsen baju di Jawa Tengah untuk membuat baju khusus ini dan telah dipesan. Tim khusus ini kalau ada yang perlu bantuan untuk penyemprotan disinfektan akan siap membantu," tandas dia.

Editorial Team

Related Article