Bulog Sumsel-Babel Salurkan 32 Ribu Ton Beras ke Masyarakat

Palembang, IDN Times - Badan Urusan Logistik (Bulog) menyalurkan 32.000 ton beras kategori Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke wilayah Sumsel dan Babel. Penyaluran beras tersebut dilakukan untuk menekan harga beras yang masih tinggi.
"Sejak awal Januari hingga kini ada 32.000 ton yang disalurkan. Kita tidak membatasi jumlah SPHP yang digelontorkan tapi sesuai kebutuhan. Begitu permintaan banyak maka kita penuhi dan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan," ungkap Kanwil Bulog Sumsel Babel, Senin (16/10/2023).
1. Bulog jual beras di HET

Beras SPHP itu disalurkan ke kabupaten dan kota di Sumsel dan Babel untuk Gerakan Pangan Murah (GPM). Tak hanya itu, beras ini disalurkan ke pasar tradisional, retail modern, dan outlet binaan Bulog.
Menurut Alex, beras SPHP adalah jenis medium dengan kualitas premium yang dijual oleh Bulog di Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp10.900 per kilogram atau Rp54.500 per kemasan per 5 kilogram.
2. Jual beras dengan gula dan minyak per paket

Menurut Alex, pihaknya juga menjual gula pasir dan minyak goreng dengan beras SPHP dalam satu paket, dengan beras lima kilogram, minyak satu liter, serta gula pasir satu kilogram yang dibandreol dengan harga Rp67.000 per paket.
"Kita sudah diminta Gubernur Sumsel untuk menambah alokasi SPHP di wilayah Sumsel. Kami akan terus menggelontorkan beras SPHP bersama seluruh Pemda, baik di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota sesuai kebutuhan," beber dia.
3. Bulog tetap impor meski sudah beli beras petani lokal

Dijelaskan Alex, stok beras yang ada di gudang Bulog Sumsel Babel saat ini berasal dari petani Sumsel. Selain itu juga ada pasokan beras impor dari Thailand dan Vietnam yang telah masuk ke gudang Bulog Kanwil Sumsel dan Babel sekitar 72.000 ton.
"Intinya SPHP jalan dan bantuan pangan tetap jalan. Semoga penyaluran beras ini dapat membantu menekan laju inflasi khususnya komoditi beras," tutup dia.



















