BPOM Palembang Klaim Temuan Boraks dan Formalin Relatif Rendah

Palembang, IDN Times - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Palembang mengklaim temuan pangan yang mengandung boraks, formalin dan pengawet makananan berbahaya relatif rendah.
"Karena kami bersama Pemkot Palembang rutin melakukan sidak untuk mencegah peredaran makanan tidak sehat di publik," ujar Kepala BBPOM Kota Palembang, Yosef Dwi Irwan, Selasa (1/12/2020).
1. BPOM Palembang belum bisa mengkoordinasi sidak secara merata

Kantor BPOM Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin) Ia mengatakan, bahkan pewarna makanan yang tidak dianjurkan beredar pun mulai menurun di pasaran, baik pasar tradisional maupun modern.
"Pewarna makanan ada beberapa, tapi relatif kecil, karena kami tidak bisa mengkoordinir (sidak) semuanya, apalagi makanan anak-anak yang harus dijaga jangan sampai terpapar zat bahaya," kata dia.
2. BPOM dan Pemkot Palembang komitmen sidak makanan berbahaya

Kantor BPOM Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin) Yosef menuturkan, upaya menekan makanan berbahaya di publik, BPOM Palembang bersama Pemkot Palembang komitmen menyelenggarakan program Pangan Aman, dan Pasar Aman.
"Agar masyarakat kita terhindar penyakit yang tidak diinginkan. Karena makanan tidak sehat dampaknya bukan langsung, melainkan nanti ke depannya," tutur dia.
3. Jelang sekolah tatap muka, BPOM pantau jajanan di kantin

Kantor BPOM Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin) Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang, Fitrianti Agustinda melanjutkan, pengamanan pangan sangat penting, terutama dalam masa pandemik.
"Sidak yang mulai berkurang, namun BBPOM tetap mengawasi makanan terutama ada di pasar dan jajanan anak-anak sekolah. Apalagi jelang sekolah tatap muka kita persiapkan untuk jajanan anak-anak tetap aman," kata dia.


















