Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bentrok Antar Pendukung Paslon di Muratara, Kantor Camat Dijaga Aparat
(Korban terluka dalam bentrok di Kantor Camat Rawas Ilir) Instagram: info.muratara
  • Kericuhan antar pendukung pasangan calon bupati pecah di depan kantor Camat Rawas Ilir, Muratara.
  • Kantor camat yang menjadi gudang logistik Pilkada dijaga ketat oleh polisi dan TNI.
  • Belum ada tersangka yang ditetapkan terkait insiden ini, korban sedang dirawat di rumah sakit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Musi Rawas Utara, IDN Times – Kericuhan antar pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, pecah di depan kantor Camat Rawas Ilir, Rabu (27/11/2024) malam. Insiden ini menyebabkan satu orang terluka akibat terkena sabetan senjata tajam (sajam).

Akibat kejadian tersebut, kantor camat yang menjadi gudang logistik Pilkada Muratara kini dijaga ketat oleh personel kepolisian dan TNI. Hingga kini, penyebab pasti kericuhan masih dalam penyelidikan.

1. Polisi masih dalami penyebab kericuhan

Suasana kericuhan di halaman Kantor Camat Rawas Ilir, Rabu (27/11/2024) malam sekira pukul 21.35 WIB. (Instagram: muratarainfo_,

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Sunarto mengonfirmasi insiden ini dan menjelaskan bahwa situasi sempat memanas, namun berhasil dilerai oleh petugas. "Infonya sempat terjadi keributan di depan kantor camat. Tapi sudah berhasil dilerai petugas," ujar Sunarto, Kamis (28/11/2024).

Ia menambahkan, korban yang mengalami luka kini sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Hingga saat ini, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. "Sudah kondusif, korban sudah dirawat di rumah sakit. Untuk pelaku, belum ada yang diamankan," jelasnya.

2. Video kericuhan di kantor camat viral

Ilustrasi perkelahian. (Freepik)

Sebelumnya, video kericuhan yang terjadi di kantor Camat Rawas Ilir tersebut viral di media sosial. Dimana rombongan simpatisan masing-masing calon bersitegang di luar kantor camat.

Situsi langsung memanas saat beberapa orang saling melemparkan kata-kata kasar. Aksi saling dorong pun terjadi bahkan anggota kepolisian dan TNI yang berada di lokasi sudah berusaha memisahkan, namun tak kuasa melerai massa yang ribut.

Akhirnya beberapa orang melakukan baku hantam, dimana seorang pria berkaos warna putih menjadi sasaran pemukulan. Tiba-tiba saja pria tersebut sudah berlumuran darah dan orang di sekitarnya semakin panik dan takut memisahkan karena ada sajam.

3. Keributan terjadi saat pemindahan kotak suara

Ilustrasi perkembangan (IDN Times/Sukma Shakti)

Salah satu saksi mata, Deni yang juga warga setempat mengatakan, kericuhan bermula saat terjadi pergeseran kotak suara dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan kantor camat menjadi tempat penyimpanan logistik.

Ketika beberapa orang memindahkan kotak suara dari mobil ke kantor camat, terjadi gesekan antar pendukung dua pasangan calon bupati dan wakil bupati di halaman kantor. Kericuhan antar pendukung itu semakin tak terkendali dan menyebabkan seorang warga mengalami luka di kepala diduga akibat terkena sabetan senjata tajam.

Editorial Team

Related Article